Penyakit TBC Pada Anak

Penyakit TBC Pada Anak – Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculossis, penyakit ini biasnya menyerang paru, namun dapat juga mengenai hampir semua organ tubuh.
Sumber penuluaran adalah pasien TB paru dewasa melalui percikan dahak.

Penyakit TBC Pada Anak

Penyakit TBC Pada Anak

Gejala Penyakit TBC

Gejala Penyakit TBC Pada Anak yang ditunjukan oleh seorang anak jika ia menderita penyakit TBC adalah :

  1. Demam lama >/- 2 minggu dan atau berulang
  2. Batuk lama 3 minggu
  3. Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik 2 bulan berturut-turut
  4. Anak lesu tidak seaktif biasanya
  5. Kontak erat dengan pasien TB paru dewasa
  6. Teraba benjolan di leher atau kelenjar getah bening

Pemeriksaan TBC

Gejala tersebut dapat juga disebabkan oleh penyakit lain, oleh karena itu segeralah konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan Penyakit TBC Pada Anak yang diperlukan :

  1. Uji tuberkulin
  2. Foto rontgent dada, pemeriksaan rontgent dapat membantu diagnosis tetapi tidak dapat digunakan sebagai salah satunya alat diagnosis.
  3. Pemeriksaan darah tidak digunakan untuk diagnosis TB anak
  4. Jika memungkinkan perlu dilakukan pemeriksaan dahak-dahak.
  5. Mengingat kesulitan mendapatkan dahak pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan yang sangat penting.
  6. Diagnosis TB anak dapat ditegakkan dengan sistem skoring TB anak

Pengobatan Penyakit TBC Pada Anak adalah dengan cara :

  1. Pengobatan dengan kombinasi 3-4 macam obat Tb
  2. Pengobatan TB membutuhkan waktu 6 bulan, kecuali pada Tb berat bisa lebih lama sampai 12 bulan
  3. Kunci keberhasilan pengobatan Tb adalah minum secara teratur dan tuntas
  4. Keberhasilan pengobatan dinilai terutama dari perbaikan gejala, bukan dari foto rontgent dada.

Cara pemberian obat TB adalah :

  1. Obat diminum saat perut kosong, satu jam sebelum atau 2 jam setelah makan/ minum susu.
  2. Pemberian obat dalam bentuk KDT mempunyai beberapa keuntungan : lebih praktis, bisa dikunyah atau dilarutkan dengan air, meningkatkan keteraturan minum obat.

Pencegahan Penyakit TBC Pada Anak:

  1. Vaksinasi BCG
  2. Beri makanan yang bergizi dan seimbang pada anak
  3. Jaga lingkungan rumah bersih, tidak lembab dan sinar matahari masuk ke dalam rumah
  4. Cari kemungkinan sumber penularan :
  5. Orang dewasa serumah (orang tua, pembantu rumah tangga, supir, dll)
  6. Lingkungan sekolah (Guru sekolah, satpam, guru les, dll)
  7. Pasien TB dewasa diobati hingga tuntas dan menggunakan masker selama dua bulan awal pengobatan.

Penyakit tuberkulosis pada anak menular lewat kontak dahak dan juga akibat menghirup titik-titik air dan juga bersih atau juga penularan lewat batuk yang mengalami infeksi penyakit TBC, anak-anak yang sering mengalami penularan penyakit tbc yang dari orang dewasa di lingkungan rumah atau sedang berada di tempat umum misalnya dirumah sakit, di lingkungan sekitar rumah dan sedang di dalam kendaraan umum. Oleh sebab itulah masyarakat Indonesia harus menyadari jika dirinya sudah terdiagnosis untuk mengalami penyakit tbc maka berhati-hatilah untuk berinteraksi dengan orang lain sebaiknya Anda menggunakan masker penutup mulut, dan jangan membuang ludah sembarangan dan sangat dianjurkan sekali untuk menggunakan sapu atau tissu saat sedang bersih.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit tbc yang paling utama terjadi pada anak yang daya tahan tubuhnya masih sangat rentan maka pemerintah Indonesia mulai melakukan cara pencegahan dengan memasukkan imunisasi Tuberkulosis pada anak yang disebut dengan imunisasi BCG sebagai salah satu program unutk memprioritaskan imunisasi yang wajib secara nasional dan juga disertai dengan 4 imunisasi lainnya misalnya imunisasi penyakit hepatitis B, polip, DPT, dan campak di awal jadwal imunisasi.

Diagnosis Penyakit TBC

Menegakkan diagnosa penyakit tbc harus dilihat dari gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan bakteriologi, radiologi serta juga pemeriksaan penunjang yang lain. Gejala klinis dari penyakit tbc terbagi menjadi 2 yakni gejala lokal dan juga gejala sistemik. Jika organ yang terserang tuberkulosis adalah paru maka gejala lokal adalah gejala respiratori atau gejala yang berhubungan erat dengan sistem pernapasan. Sedangkan gejala lokal yang lain akan sesuai dengan organ yang masih berhubungan.

Gejala respiratori adalah gejala batuk yang terjadi lebih dari 2 minggu, gejalanya biasanya batuk disertai dengan darah. Dan selain itu juga penderita biasanya akan merasakan nyeri disekitar dada dan sesak nafas. Selanjutnya gejala ini akan berubah menjadi gejala sistemis antara lain adalah seperti demam, badan lemah yang biasanya disebut dengan malaise, berkeringat dimalam hari, mengalami anoreksia dan berat badan yang mengalami penurunan menjadi semakin kurus. Selain itu, gejala respiratori yang sangat bervariasi yang mulai tidak timbulnya suatu gejala menjadi gejala yang berat dan semua tergantung dari luas lesinya, sehingga untuk kondisi yang mempunyai gejala tidak helas kadang pasien baru akan mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit tbc adalah setelah ia terdiagnosis.

Diagnosis yang paling efektif dan tepat dilakukan adalah disaat ditemukannya basil Tb dari bahan yang diambil oleh pasien atau juga sputum, bilasan lambung, biopsi dan hal lainnya. Namun pada anak, hal ini biasanya agak sulit untuk didapatkan sehingga dari sebagian besar diagnosa tb anak biasanya didasarkan dari gambaran klinis, gambaran radiologis, dan juga dari uji tuberkulin. Hal ini sangat penting memikirkan adanya resiko penyakit TBC pada anak jika memang Anda sudah mengetahui ada suatu keadaan seperti diatas.

Penyakit TBC Pada Anak


=====================================

>>> Obat TBC - Minyak Sari Buah Merah Mengobati Penyakit TBC, Gejala TBC dan Membantu Memperkuat Sistem Imun Tubuh Dari Serangan Penyakit, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit TBC and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>