Cara Mengobati TBC

Cara Mengobati TBCTuberkulosis atau TBC sering diartikan sebagai penyakit paru, padahal TBC sebenarnya menyerang semua bagian tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Tubercle bacillus. Kuman TBC ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui debu yang dihirup, atau melalui bersin dan batuk orang-orang yang sudah sakit.

Cara Mengobati TBC

Cara Mengobati TBC

Cara Mengobati TBC

  1. Cara Mengobati TBC Secara Medis
    Jumlah penderita penyakit TBC di Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia setelah Cina dan India. Penyakit TBC menyerang sebagian kelompok usia produktif yang merupakan sumber daya manusia yang penting dalam pembangunan bangsa. Pada tahun 1940-1960 telah ditemukan obat anti-tuberkulosis (OAT), namun TBC masih tetap menjadi masalah kesehatan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pengobatan TBC memerlukan waktu cukup lama, yakni 6-8 bulan secara terus-menerus dengan OAT dan harus dilakukan dengan tuntas sampai sembuh, sehingga dapat mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Pemberantasan TBC dengan menggunakan OAT terdiri dari jaminan paket obat anti-tuberkulosis, yakni Isoniazid, Rifampisin, Pyrazinamide, Streptomycin, dan Ethambutol.

Pada tahun 1983 organisasi kesehatan dunia (WHO) mempromosikan Directly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS) sebagai suatu strategi yang paling efektif untuk mengontrol pengobatan epidemi TBC. Strategi DOTS ini dilaksanakan dengan sukses di seluruh dunia dan memberikan angka kesembuhan tinggi. Menurut Bank Dunia, DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling efektif saat ini. Strategi DOTS untuk memberantas TBC diantaranya komitmen politis dari pengambilan keputusan, penemuan penderita, pengobatan dan panduan DOTS, kesinambungan persediaan OAT yang berkualitas, dan sistem pelaporan untuk memonitor kemajuan pengobatan secara standar.

OAT pada umumnya memberatkan ginjal dan hati. Kondisi ini sangat memberatkan penderita TBC, karena  fungsi detoksikasi dan fungsi pembuangan racun mengalami keterlambatan atau hambatan, sehingga kerja OAT untuk membunuh bakteri TBC terhambat akibat memburuknya kondisi penderita.

  1. Cara Mengobati TBC Dengan Susu Kambing
    Selain dengan pengobatan medis, penderita TBC juga bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, tetapi tetap melanjutkan pengobatannya secara medis. Menurut penelitian, seseorang yang menderita TBC yang menjalani pengobatan secara medis dibarengi dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, setelah 3 bulan dan dilakukan pemeriksaan, tidak ada lagi bakteri TBC yang bercokol di tubuhnya.

Susu kambing mengandung flourin yang tinggi dengan kadar 10-100 kali lebih tinggi daripada yang terkandung di dalam susu sapi. Unsur ini merupakan antiseptik natural yang mengandung elemen pencegahan tumbuhnya bakteri di dalam tubuh. Kehadiran flourin akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan aktivitas pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri TBC tidak lagi berkembang biak.

Susu kambing juga mengandung natrium yang tinggi. Dalam kasus penyakit TBC, salah satu pemicunya adalah malnutrisi. Dengan pemberian susu kambing secara rutin setiap hari, natrium yang terdapat di dalamnya berfungsi menghambat malnutrisi tersebut. Dugaan orang yang menyatakan bahwa bakteri TBC bisa berkembang biak dalam susu kambing tidaklah benar. Hal ini sudah dibuktikan oleh Dr. Bernard Jensen, Ph.D, seorang nutritionis di Amerika yang meneliti manfaat susu kambing.

Disebabkan kandungan gizinya, susu kambing bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita TBC. Di samping itu, flourinnya mencegah percepatan perkembangan bakteri TBC sebagai kerja antiseptiknya, memberi perlindungan jaringan paru-paru, serta memproteksi ginjal dan hati. Kandungan lemak dalam susu kambing berfungsi sebagai zat pembakar sehingga tubuh penderita menjadi hangat. Dengan demikian, susu kambing ini mempunyai efek ganda, untuk perlindungan, pencegahan, sekaligus penyembuhan.

Obat TBC

Jika orang yang menderita penyakit TBC aktif hanya bisa diobati dengan menggunakan salah satu jenis pemberian obat TBC di dalam tubuhnya dan bisa menjadi kebal atau menjadi resisten pada obat yang diberikan. Jika kuman TBC bisa menjadi lebih resisten, obat tadi yidak nbekerja lagi untuk melawan kuman di dalam tubuh kita. Untuk menghindari terjadinya resistensi pada penyakit TBC, maka penyakit TBC harus diobati dengan memberikan beberapa jenis kombinasi obat yang baisanya disebut dengan terapi anti-TBC. Ada beberapa jenis pilihan obat yang bisa dipakai untuk cara mengobati TBC di Indonesia adalah :

  1. Isoniazid (INH atau H)
  2. Pirazinamid (Z)
  3. Etambutol (E)
  4. Rifampisin (R)
  5. Streptomisin (S)

Pemberian obat Rifampisin yang akan berinteraksi dengan nevirapine atau salah satu jenis ARV. Penelitian yang baru biasanya akan menunjukkan bahwa interaksi ini kemungkinan besar juga tidak akan menimbulkan suatu masalah. Namun, pedoman yang seperti ini saat ini mengusulkan dengan penggunaan dari obat Nevirapine yang bersamaan dengan rifampisin hanya jika memang tidak ada suatu jalan lain.

Terdapat tiga kategori cara mengobati TBC, dan kategoru yang dipilih untuk kita biasanya berdasarkan dari beberapa kriteria dan dengan pengobatan yang dilakukan lebih manjur dan juga lebih lama biasanya diberikan pada orang dengan penyakit TBC kambuh atau juga setelah melakukan pengobatan yang gagal. Namun dari kebanyakan kasus, baik dari penyakit TBC paru, maupun juga penyakit tuberkulosis yang terjadi di luar paru biasanya akan diobati dengan kategori 1.

Pada pengobatan kategori 1 ini biasanya akan dilakukan dengan 2 tahap atau juga 2 fase yakni pada fase intensif Anda harus minum obat empat jenis OAT selama paling tidak 2 bulan untuk membantu mengubah terjadinya infeksi yang tidak aktif dan tidak akan menular lagi. Sedangkan pada fase intensif ini biasanya akan diberikan dengan kode.

Cara Mengobati TBC


=====================================

>>> Obat TBC - Minyak Sari Buah Merah Mengobati Penyakit TBC, Gejala TBC dan Membantu Memperkuat Sistem Imun Tubuh Dari Serangan Penyakit, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit TBC and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>