Penyakit TBC Usus ini menimbulkan gejala berupa perut terasa kembung, muntah dan mencret disertai rasa sakit di perut. Akibat yang lebih berat lagi adalah adanya sumbatan usus atau pembesaran di bagian usus tertentu dan teraba sebagai tumor di perut bagian kanan bawah. Pada TBC usus sering pula usus tidak ditemukan sama sekali diagnosa penyakitnya.
Karena itulah diperlukan pemeriksaan yang lebih khusus dengan mengambil jaringan berkelainan di usus, lewat alat yang dimasukkan melalui usus. Pemeriksaan dapat pula dilakukan dengan alat USG atau CT scan. Dengan menemukan kuman yang dikembangbiakan dapat diketahui denga pasti diagnosis penyakitnya.
Namun adakalanya sulit menemukan kuman dari jaringan yang diambil itu. Untuk itu dilakukan pemeriksaan dengan sinar X, disertai dengan pemeriksaan lainnya. Penyakit TBC usus dapat pula menimbulkan rasa nyeri yang ditimbulkan menyerupai radang usus buntu. Meskipun nampaknya seperti usus buntu tidak harus cepat-cepat diangkat sebab memerlukan pemeriksaan yang lebih teliti.
Penyakit TBC usus kadang-kadang tidak memberikan gejala yang jelas, mungkin usaha pemeriksaan paru-paru dan dahak tidak memberikan tanda apa-apa. Foto rontgen biasanya juga tidak memberikan acuan yang jelas bahwa itu penyakit TBC. Hasil pemeriksaan dahak penderita juga tidak menunjukkan adnaya kuman TBC. Namun, pada obervasi selanjutnya penderita masih menunjukkan rasa sakit pada perut bagian bawah dan tidak jarang berat badannya agak menurun, meskipun tidak sehebat penurunan berat badan pada penderita penyakit kanker usus.
Untuk memastikan kelainan apa yang sedang menjangkiti penderita, dapat saja seorang dokter ahli penyakit rongga perut dan mencari sebab rasa sakit tersebut. Ternyata ditemukan adanya kelainan oleh TBC pada jaringan di sekitar usus, sehingga diputuskan untuk tidak melanjutka operasi dan menutup perutnya kembali.
Pencegahan dan pengobatan penyakit TBC usus
Penyakit TBC usus bisa dilakukan untuk diberantas dengan menggunakan pengobatan obat anti TBC. Obat itu diberikan baik kepada penderita yang telah ditemukan ada kuman penyakitnya atau yang tidak atau belum ditemukan adanya kuman TBC pada ususnya. Dengan pemberian obat itu biasanya kesehatan penderita akab cepat membaik.
Pemakaian obat-obatan TBC seperti yang dipakai untuk penyakt TBC paru-paru dapat pula digunakan untuk penyakit TBC usus ini. Pengobatan penyakit TBC usus memerlukan waktu yang cukup lama, hingga penderita diminta bersabar selama masa pengobatan itu.
Pengobatan untuk TBC yang paling tepat adalah dengan obat-obatan anti TBC. Pemberian obat-obatan ini akab berlangsung cukup lama sampai penderita dianggap sembuh. Obat-obatan yang dapat diberikan berupa obat yang diminum atau yang disuntikkan. Untuk jangka lama tentu lebih mengenakkan pemberian obat telan, umumnya dengan obat-obatan ini, kesehatan yang bersangkutan pulih kembali.

Mendengar istilah 
Penyakit ini banyak menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, Orang-orang lanjut usia yang pada masa kanak-kanaknya pernah terserang tuberkulosis dan mereka yang hasil tes HIV-nya positif menjadi sasaran utama tuberkulosis.
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculossis, penyakit ini biasnya menyerang paru, namun dapat juga mengenai hampir semua organ tubuh.
Percikan yang mengandung kuman tersebut dapat bertahan di udara sampai beberapa jam dan kemudian terhirup oleh orang lain.
Diet untuk TBC harus dilakukan setidak-tidaknya melalui pembangunan dan menjaga ketahanan badan atau tubuh. Kesegaran tubuh yang tepat adalah tameng untuk melawan berbagai penyakit. Kini oenyakit TBC tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang tak dapat disembuhkan jika ditangani secara bai sejak awal. Seharusnya sejak mula penderita sudah harus berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit sebagai usaha dalam menentukan metode penyembuhan penyakit TBc.
Mulai masuknya kuman mungkin melalui saluran atas yang tidak menimbulkan kelainan seperti pada paru-paru. Tetapi kemudian berkembang ke organ lainnya dari sini kuman dapat mengikuti aliran getah bening ke tempat-tempat didalam tubuh. Dapat pula saluran yang dialirinya adalah cairan darah untuk mencapai organ penting lainnya dalam tubuh.
Bila gejala TBC muncul dengan gejala yang lebih berat seperti badan berkeringat di waktu malam meskipun penderita tidak melakukan aktifitas apa-apa dan juga kadang-kadang muntah darah. Tidak jarang hal itu ditemukan penumpukan cairan di paru-paru. Untuk memastikan terkena TBC paru, adalah adanya kuman dalam dahak di bawah mikroskop. Bila belum ditemukan, mungkin perlu pemeriksaan lebih teliti dengan pemeriksaan mikroskop atau mikrobiologis. Yang lebih sulit dilakukan adalah bila kuman ini menghinggapi organ tubh lain seperti usus, alat kelamin wanita tulang atau ginjal. Pemeriksaan akan dilakukan lagi bila orang mengeluh tentang gejala pada organ tubuh yang mempunyai beberapa resiko, seperi keadaan tidak menikah yang sebagian dari mereka sangat mengabaikan kesehatan. Kebiasaan minum alkohol berlebihan dan suka berganti-ganti pasangan kencan, akan mudah memperlemah daya kekebalan tubuh yang makin memudahkan terserang kuman TBC untuk memasuki jaringan tubuh penderita.