Gejala dan Pengobatan TBC Usus

tbc-ususPenyakit TBC Usus ini menimbulkan gejala berupa perut terasa kembung, muntah dan mencret disertai rasa sakit di perut. Akibat yang lebih berat lagi adalah adanya sumbatan usus atau pembesaran di bagian usus tertentu dan teraba sebagai tumor di perut bagian kanan bawah. Pada TBC usus sering pula usus tidak ditemukan sama sekali diagnosa penyakitnya.

Karena itulah diperlukan pemeriksaan yang lebih khusus dengan mengambil jaringan berkelainan di usus, lewat alat yang dimasukkan melalui usus. Pemeriksaan dapat pula dilakukan dengan alat USG atau CT scan. Dengan menemukan kuman yang dikembangbiakan dapat diketahui denga pasti diagnosis penyakitnya.

Namun adakalanya sulit menemukan kuman dari jaringan yang diambil itu. Untuk itu dilakukan pemeriksaan dengan sinar X, disertai dengan pemeriksaan lainnya. Penyakit TBC usus dapat pula menimbulkan rasa nyeri yang ditimbulkan menyerupai radang usus buntu. Meskipun nampaknya seperti usus buntu tidak harus cepat-cepat diangkat sebab memerlukan pemeriksaan yang lebih teliti.

Penyakit TBC usus kadang-kadang tidak memberikan gejala yang jelas, mungkin usaha pemeriksaan paru-paru dan dahak tidak memberikan tanda apa-apa. Foto rontgen biasanya juga tidak memberikan acuan yang jelas bahwa itu penyakit TBC. Hasil pemeriksaan dahak penderita juga tidak menunjukkan adnaya kuman TBC. Namun, pada obervasi selanjutnya penderita masih menunjukkan rasa sakit pada perut bagian bawah dan tidak jarang berat badannya agak menurun, meskipun tidak sehebat penurunan berat badan pada penderita penyakit kanker usus.

Untuk memastikan kelainan apa yang sedang menjangkiti penderita, dapat saja seorang dokter ahli penyakit rongga perut dan mencari sebab rasa sakit tersebut. Ternyata ditemukan adanya kelainan oleh TBC pada jaringan di sekitar usus, sehingga diputuskan untuk tidak melanjutka operasi dan menutup perutnya kembali.

Pencegahan dan pengobatan penyakit TBC usus

Penyakit TBC usus bisa dilakukan untuk diberantas dengan menggunakan pengobatan obat anti TBC. Obat itu diberikan baik kepada penderita yang telah ditemukan ada kuman penyakitnya atau yang tidak atau belum ditemukan adanya kuman TBC pada ususnya. Dengan pemberian obat itu biasanya kesehatan penderita akab cepat membaik.
Pemakaian obat-obatan TBC seperti yang dipakai untuk penyakt TBC paru-paru dapat pula digunakan untuk penyakit TBC usus ini. Pengobatan penyakit TBC usus memerlukan waktu yang cukup lama, hingga penderita diminta bersabar selama masa pengobatan itu.
Pengobatan untuk TBC yang paling tepat adalah dengan obat-obatan anti TBC. Pemberian obat-obatan ini akab berlangsung cukup lama sampai penderita dianggap sembuh. Obat-obatan yang dapat diberikan berupa obat yang diminum atau yang disuntikkan. Untuk jangka lama tentu lebih mengenakkan pemberian obat telan, umumnya dengan obat-obatan ini, kesehatan yang bersangkutan pulih kembali.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyait TBC Usus

tbc ususMendengar istilah penyakit TBC usus, oramg sering mengaitkannya dengan penyakit TBC yang banyak diidap anggota masyarakat TBC paru-paru yang menyerang paru-paru. Memang TBC pada organ utama pernapasan itu erat sekali kaitannya dengan penyakit TBC usus. Malahan kuman-kuman dari TBC paru disinyalir sebagai penyebab utama munculnya penyakit TBC usus itu.

Penyakit TBC usus biasanya merupaan penyakit menahun artinya penyakit ini sudah ada di situ dan perlahan-lahan menjadi lebih berat. Sementara itu, bila penyakit TBC paru menyebabkan orang atau penderitanya sukar bernapas karena organ pernapasannya (paru-paru) diserang oleh kuman-kuman TBC, maka pada penyakit TBC usus yang diserang oleh kuman itu adalah usus penderita.

Penyakit TBC usus diperkirakan disebabkan oleh serangan kuman TBC. Kuman ini bisa berasal dari penyakit TBC tang aktif di paru-paru dan darah yang mengandung kuman TBC lalu masuk ke dalam lambung. Kemudian terbawa ikut masuk ke usus halus dan berkembang bak di tempat yang baru. Kuman itu menyebar ke kelenjar-kelenjar getah bening di usus dan bagian-bagian lain pada saluran pencernaan juga selaput penutup usus di rongga perut.

Kuman itu dapat pula menyebar melalui aliran darah saat seseorang masih kecil. Ia berdiam di usus halus. Dalam pretumbuhan anak menjadi dewasa penderita sehat-sehat saja. Karena daya tahan tubuhnya masih baik. kuman tersebut baru menunjukkan aktivitasnya saat kondisi tubuh penderita menurun. Faktor penyebab TBC usus ini antara lain kekurangan gizi, penyakit–penyakit menahun seperti penyakit gula, kebiasaan minum alkohol, pemakaian obat-obatan dan sistem daya tahan tubuh yang melemah. Faktor penyebab terakhir ada kaitannya dengan infeksi HIV yang juga menyerang sistem pertahanan tubuh seseorang.

Meski penyakit TBC usus kadang-kadang merupakan penyakit menahun, sementara radang usus buntu umumnya sebagai penyakit mendadak, sehingga penderita merasa badannya agak panas. Mungkin saja penyakit radang usus buntu yang akut dapat diatasi oleh tubuh penderita snediri, sehingga radang akut seperti panas badan dan rasa sakit diperut bagian bawah tidak begitu mengganggu. Bahkan rasa sakit yang pada mulanya sangat mengganggu itu menghilang atau sangat berkurang gejalanya.

Pada kanker ganas usus, mungkn saja timbul rasa sakit di perut kanan bawah, yang lebih jelas berat badan penderita memburuk dengan cepat. Oleh sebab itu, biasa penderita selain mengeluh sakit di perut bagian bawah juga mengeluh berat badannya berkurang dengan jelas.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC

TBC di Indonesia menjadi masalah serius karena penularannya sangat mudah. Temuan kasus baru dan akses terhadap pengobatan menjadi hal terpenting supaya penanganan TBC berhasil. Satu seperempat abadn atau 125 tahun sudah bakerti tuberkulosis (TBC) ditemuakn. Upaya mengenyahkan penyakit ini terus dilakukan, baik dalam skala global maupun lokal. Namun, semakin keras usaha melawan TBC semakin pintar juga bakteri TBC berkelit. Akibatnya, pengobatan penyakit ini menemui banyak jalan buntu. Laih-laih lenyap, justr bakteri semakin resisten dan multi resisten.

penyakit-tbc

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menggolongkan TBC sebagai penyakit endemik yang sulit dihilangkan. Riset WHO tahun lalu menunjukkan hampir sepertiga penduduk dunia mengidap TBC. Setiap tahun, lebih dari 1,7 juta orang meningga. Laju penyebaran penyakit ini sulit dibendung lantaran TBC mudah sekali menular.

Dalam persepektif Indonesia, TBC juga menjadi masalah serius. Indonesia merupakan negara kelima sebagai negara yang paling banyak pengidap TBC. Indonesia hanya kalah dari Swaziland, Kamboja, Zambia dan Djibouti. Jumalh pengidap TBC saat ini 321 per 100 ribu penduduk.

Pengobatan TBC di Indonesia terbilang sulit, karena kita masih tertidur, terlelap dalam mimpi panjang. Banyak pengidapTBC yang seharusnya sembuh, karena terkendala masalah biaya, penyakit itu kambuh kembali. Apalagi, kesadaran berobat juga masih rendah. Padahal TBC dapat disembuhkan. Karena itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam menanggulangi TBC.

Saat ini baru 50% penderita tuberkulosis di Indonesia yang berhasil disembuhkan. “Untuk mempercepat penanganan TBC, tahun ini pemerintah akan melakukan temuan ini pemerintah akan melakukan temuan kasus baru secara aktif,” ujar Menteri Kesehatan, DR. Dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K) dalam peringatan hari TBC sedunia 24 Maret Lalu. Pencapaian Indonesia sebenarnya sudah mencapai target global. Angka temuan kasus (case detection rate/CDR) di Indonesia 74% dan angka kesembuhan sukses (success rate/SR) 89%. Adapun target global adalah CDR 70% dan SR 85%.

Angka CDR, kata Menkes, harus ditingkatkan. Caranya, tenaga kesehatan tidak lagi menunggu di puskesmas, tapi aktif menemukan kasus TBC di masyarakat. Langkah penemuan kasus baru TBC, diantaranya menggunakan deteksi TBC yang lebih sensitif dan spesifik. Deteksi lama yang digunakan sejak seabad lalu, yaitu dengan melihat adnaya basil tahan asam atau BTA+dalam dahak penderita, dianggap telah kadarluasa.
Dalam perspektif global, saat ini sedang dicari cara diagnosis baru yanglebih efektif. Sejauh ini belum ada cara deteksi yang sensitif dan spesiik yang bisa diterapkan bagi masyarkat luas. Kasus TBC di Indonesia menjadi momok mengingat penularan penyakit ini sangat mudah. Survei nasional yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan setiap dua setengah menit, akan muncul satu pengidap TBC baru.

Bukan cuma penularan, tingkat kematian akibat TBC di Indonesia juga terbilang tinggi. Kertas kerja WHO tahun 2000 sangat mengejutkan, disitu tercatat, setiap 4 menit sekali, satu orang Indonesia meninggal karena TBC.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Paru-Paru

Tuberkulosis adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Tuberkulosis menyebabkan reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru, yang meliputi penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag dan pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan fibrosa yang membentuk apa yang disebut tuberkel. Proses pembentukan dinding ini membantu membatasi penyebaran bakteri tuberkulosis kemudian di dalam paru-paru.

Penyakit ini banyak menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, Orang-orang lanjut usia yang pada masa kanak-kanaknya pernah terserang tuberkulosis dan mereka yang hasil tes HIV-nya positif menjadi sasaran utama tuberkulosis.

Tuberkulosisi ditularkan melalui sekresi pernapasan yang dihembuskan penderitanya kemudian diisap oleh orang lain. Gejala tuberkulosis ini kadang kala tidak kelihatan, namun biasanya gejalanya antara lain bentuk yang berkepanjangan, rasa sakit di dada, kehilangan berat badan, dan nafsu makan serta banyak mengeluarkan keringat, terutama di malam hari. Umumnya mereka yang tinggal dikawasan kumuh yang penuh sesak dan ventilasi rumahnya buruk beresiko tinggi terjangkit penyakit ini. Penyakit ini juga lebih banyak menyerang kaum pria daripada wanita.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Pada Anak

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculossis, penyakit ini biasnya menyerang paru, namun dapat juga mengenai hampir semua organ tubuh.
Sumber penuluaran adalah pasien TB paru dewasa melalui percikan dahak.

Gejala yang ditunjukan oleh seorang anak jika ia menderita penyakit TBC adalah :

  1. Demam lama >/- 2 minggu dan atau berulang
  2. Batuk lama 3 minggu
  3. Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik 2 bulan berturut-turut
  4. Anak lesu tidak seaktif biasanya
  5. Kontak erat dengan pasien TB paru dewasa
  6. Teraba benjolan di leher

Gejala tersebut dapat juga disebabkan oleh penyakit lain, oleh karena itu segeralah konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan yang diperlukan :

  1. Uji tuberkulin
  2. Foto rontgent dada, pemeriksaan rontgent dapat membantu diagnosis tetapi tidak dapat digunakan sebagai salah satunya alat diagnosis.
  3. Pemeriksaan darah tidak digunakan untuk diagnosis TB anak
  4. Jika memungkinkan perlu dilakukan pemeriksaan dahak-dahak.
  5. Mengingat kesulitan mendapatkan dahak pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan yang sangat penting.
  6. Diagnosis TB anak dapat ditegakkan dengan sistem skoring TB anak

Pengobatan TB anak adalah dengan cara :

  1. Pengobatan dengan kombinasi 3-4 macam obat Tb
  2. Pengobatan TB membutuhkan waktu 6 bulan, kecuali pada Tb berat bisa lebih lama sampai 12 bulan
  3. Kunci keberhasilan pengobatan Tb adalah minum secara teratur dan tuntas
  4. Keberhasilan pengobatan dinilai terutama dari perbaikan gejala, bukan dari foto rontgent dada.

Cara pemberian obat TB adalah :

  1. Obat diminum saat perut kosong, satu jam sebelum atau 2 jam setelah makan/ minum susu.
  2. Pemberian obat dalam bentuk KDT mempunyai beberapa keuntungan : lebih praktis, bisa dikunyah atau dilarutkan dengan air, meningkatkan keteraturan minum obat.

Pencegahan TB anak:

  1. Vaksinasi BCG
  2. Beri makanan yang bergizi dan seimbang pada anak
  3. Jaga lingkungan rumah bersih, tidak lembab dan sinar matahari masuk ke dalam rumah
  4. Cari kemungkinan sumber penularan :
  5. Orang dewasa serumah (orang tua, pembantu rumah tangga, supir, dll)
  6. Lingkungan sekolah (Guru sekolah, satpam, guru les, dll)
  7. Pasien TB dewasa diobati hingga tuntas dan menggunakan masker selama dua bulan awal pengobatan.

 

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit TBC Paru

Penyakit batuk tidak seharusnya dibiarkan dan jangan dianggap remeh. Agar tidak makin parah dan menular pada orang lain, TBC harus segera diobati dan berhenti merokok secara total. Hindari meminum susu sapi yang belum dimasak. Konsumsilah makanan yang bergizi untuk menigkatkan daya tahan tubuh. Lakukan pemeriksaan lebih intensif dan pengobatan secara tuntas, tidak berhenti di tengah jalan. Apabila pengobatannya tidak dilakukan sampai tuntas, maka penyakit ini bisa kambuh lagi, dan mungkin dapat menyebabkan kuman menjadi resisten atau kebal terhadap obat. Hal ini dapat pula menyebabkan penyakit menjadi lebih parah karena telah meyebar ke daerah lain di luar paru-paru.
Namun anda tidak perlu khawatir karena penyakit ini bisa disembuhkan. Makin dini pengobatan dilakukan, tigkat kerusakan yang parah bisa dihindarkan.

Biasanya jika pengobatan dilakukan secara rutin, penderita TBC bisa sembuh dalam waktu 6-9 bulan. Bagi yang memiliki bayi, hendaknya lakukan imunisasi dengan vaksin BCG, dan jika perlu berikan lagi ketika sang anak berusia 12 atau 16 bulan. Anak dapat dengan mudah tertular TBC dari orang dewasa yang berada di sekitarnya . Penularan bisa melalui udara, misalnya saat batuk atau bersin, maka kuman TBC akan menyembur ke udara melalui percikan-percikan ludah.

Percikan yang mengandung kuman tersebut dapat bertahan di udara sampai beberapa jam dan kemudian terhirup oleh orang lain.
Apabila sistem pertahanan tubuh orang yang menghirup tersebut tidak baik, atau jumlah kuman yang terhirup cukup banyak untuk menibulkan infeksi, maka orang tersebut dapat tertular. Oleh karena itu, penderita TBC dianjurkan untuk berobat sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Dengan cara itu ia dapat membantu mencegah penularan terhadap orang lain. Selain berobat, periksakan juga istri dan anak-anak anda untuk memastikan apakah mereka ikut tertular atau tidak.

Upaya mengurangi kemungkinan penularan dirumah anda dapat dilakukan dengan memasang ventilasi udara yang baik untuk pertukaran udara dan agar percikan ludah yang mengandun kuman tidak terkonsentrasi.
Bukaah jendela atau pintu pada pagi hari agar cahaya matahari yang masuk ke rumah anda memadai karena kuman TBCakan mati bila terkenca cahaya matahari. Jagalah kebersihan dan jangan meludah disembarang tempat. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang baik.

 

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan TBC Kelenjar

Proses penularan penyakit tbc ke bagian saluran pernapasan bagian leher mungkin saja berasal dari kuman yang berada di kelenjar leher dahulu, karena pengobatan yang kurang memadai. Proses pernanahan bisa muncul di kulit, sebab sebelumnya saluran yang menghubungkan bagian akhir usus dan kulit. Dokter pertama yang mengobati penyakit itu mengambil cara penentuan penyakit yang tepat. Dia ingin memastikan yang mana yang berbetuk bernas bebas dari kuman TBC.  Karena itu perlu pemeriksaan lebih mendalam. Selama waktu penderita bersedia menceritakan kronologis kepada dokter itu.

Seterusnya jika operasi dilakukan untuk menyembuhkan penyakit itu pemeriksaan pada jaringan yang akan diangkat itu. Jika memang benar tidak ditentukan kuman TBC, maka barulah sang dokter yain betul yang timbul bukan karena infeksi kuman TBC, tapi oleh kuman lan yang dapat menimbulkan pernanahan.

Sebenarnya untuk menentukan apakah itu bisul atau luka biasa haruslah melalui pemeriksaan yang lebih teliti. Dengan meneruskan pengobatan pada dokter yang semula akan dapat dipastikan kepastian tentang penyakit itu lebih diketahui segera sehingga pengobatan yang tepat akan dapat diberikan. Sebenarnya penyakit yang disangka sebagai penjalaran penyakit TBC sampai saat itu tidaklah merupakan suatu yang berat. Disamping pengobatan yang dilakukan oleh dokter, si penderita seharusnya dapat pula melalui terapi pokok yang diperlukan untuk perawatan.

Diet untuk TBC harus dilakukan setidak-tidaknya melalui pembangunan dan menjaga ketahanan badan atau tubuh. Kesegaran tubuh yang tepat adalah tameng untuk melawan berbagai penyakit. Kini oenyakit TBC tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang tak dapat disembuhkan jika ditangani secara bai sejak awal. Seharusnya sejak mula penderita sudah harus berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit sebagai usaha dalam menentukan metode penyembuhan penyakit TBc.
Perawatan air misalnya tertentu sangat membantu dalam kasus TBC. Daya vitalitas tubuh penderita dapat di bangun oleh mandi dingin rutin dua kali sehari yang di rencanakan dengan hati-hati. Namun harus pula diperhatikan untuk menjaga agar penderita jangan sampai kedinginan. Dianjurkan melakukan secara berselang seling aplikasi panas dengan dingin dalam waktu pendek. Terapi dengan melakukan latihan juga dapat diterapkan untuk menanggulangi penyembuhan TBC. Setiap penderita dapat melakukan kegiatan olahraga yang teratur untuk mengurangi gejala-gejala penyakit. Dengan demikian terapi air untuk menyembuhkan penyakit TBC yang diderta dapat dilaukan melalui terapi air, makanan dan olahrgaa yang teratur. Namun proses pengobatan TBC secara alami ini dapat dilakukan berbarengan dengan terapi medis yang dianjurkan oleh seorang dokter. Sang dokter juga akan menganjurkan dia yakin bahwa penyembuhan dari kuman-kuman TBC itu berjangkit karena daya tahan tubuh sedang melemah.

Sekiranya daya tahan tubuh sedang menguat degan melakukan olhraga dan mengkonsumsi makanan yang sehari-hari cukup bergizi, dipercaya bahwa kuman-kuman penyakit apapun tidak akan mempan untuk memenangkan perlawanan tubuh yang sangat kuat. Namun bagaimanapun juga hasilnya, kepercayaan sendiri dan mematuhi hal -hal dan peraturan yang diputuskan oleh dokter perlu di patuhi dengan penuh kesabaran. Karena melakukan pengobatan tanpa dibarengi oleh rasa kesabaran dan keyakinan akan kesembuhan diri sendiri, akan tidak berarti apa-apa.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

TBC Kelenjar

Kuman TBC bisa pula sewaktu-waktu menjalar ke bagian yang lembek seperti organ paru-paru, dan ia tidak jarang pula menginfeksi kelenjar getah bening. Disamping itu ia juga bisa menebar ke kulit, organ-organ penting lainnya. Bukan itu saja, sampai ke dubur pun kuman TBC ini bisa pula merambat sehingga timbul pula TBC dubur. Seperti sejak mula sudah di sampaikan, bahwa kuman TBC itu bisa menyerang bagian-bagian tubuh kita selagi bagian tubuh tersebut atau seluruh tubuh dalam keadaan melemah.

Bila semuanya daya tahan tubuh mejadi sehat dan kuat, kemungkinan serangan kuman apaun dapat di tangkis oleh daya tahan tubuh itu sendiri.
Penyakit TBC yang sebagai paling sering dikenal orang menyerang paru-paru dan lebih dikenal sebagai penyakit TBC paru-paru. Namun kuman penyakit ini dapat pula menyerang alat tubuh lain diluar paru-paru. Seperti kulit dipermukaan sampai ke kelenjar dan organ-organ tubuh penting lainnya di dalam.  Tidak jarang pula yang diserangnya selaput otak, tulang dan persendian yang sebenarnya jarang terjadi kuman TBC langsung menyerang organ-organ penting tubuh lainnya.

Mulai masuknya kuman mungkin melalui saluran atas yang tidak menimbulkan kelainan seperti pada paru-paru. Tetapi kemudian berkembang ke organ lainnya dari sini kuman dapat mengikuti aliran getah bening ke tempat-tempat didalam tubuh. Dapat pula saluran yang dialirinya adalah cairan darah untuk mencapai organ penting lainnya dalam tubuh.
Bahkan kuman TBC tadi bisa pula melalui makanan seperti makanan yang mengandung bibit penyakit TBC. Diminum melalui air dengan baik terlebih dahulu kemudian mengalami proses pernapasan yang baik terlebih dahulu dan bisa pula menyebabkan penularan kuman TBC yang kita maksudkan. Ia bahkan sampai ke usus dan organ-organ tubuh lainnya.

Meskipun jelas pada beberapa jalur yang dapat ditemput oleh kuman TBC, namun dapat menyebabkan penyakit pada seseorang penyakit ini tidak segampang itu dapat muncul. Perkembangannya dapat bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Daya tahan tubuh yang baik akan mampu melawan masuknya kuman TBC ke badan. Selain itu juga daya tahan itulah amat diperlukan, jika ada penyakit menahun. Oleh sebab itu, daya tahan tubuh perlu diperhatikan baik yang diusahakan dari luar berupa suntikan pencegahan atau berupa pemeliharaan gizi yang baik. Juga bagi mereka dengan penyakit menahun hendaklah secara teratur melakukan pemeriksaan ke dokter.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

TBC dan HIV

Perlu juga diketahui bahwa penyakit TBC paru-paru bisa saja muncul kembali tanpa memperlihatkan gejala yang signifikan. Mungkin perasaan badan suka meriang, serasa kesulitan bernafas, berat yang menurun merupakan reaksi yang dilakukan oleh kuman TBC kembali. Penyakit TBC sebenarnya merupakan penyakit yang sudah lama dikenal khususnya di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini dapat diatasi dengan pencegahan berupa pemberian obat BCG. Namun akhir-akhir ini penyakit itu mulai muncul lagi. Ini erat kaitanya dengan perjalanan udara yang menjadi begitu biasa sehingga penularannya dapat terjadi dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan amat begitu cepat.

Selain itu dengan munculnya penyakit HIV maka penyakit TBC juga menjadi lebih mudah berkembang, terutama dikalangan penderita penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus), semacam virus pencetus penyakit AIDS (Acquiredimmuno Deficiency Syndrome).

Bila gejala TBC muncul dengan gejala yang lebih berat seperti badan berkeringat di waktu malam meskipun penderita tidak melakukan aktifitas apa-apa dan juga kadang-kadang muntah darah. Tidak jarang hal itu ditemukan penumpukan cairan di paru-paru. Untuk memastikan terkena TBC paru, adalah adanya kuman dalam dahak di bawah mikroskop. Bila belum ditemukan, mungkin perlu pemeriksaan lebih teliti dengan pemeriksaan mikroskop atau mikrobiologis. Yang lebih sulit dilakukan adalah bila kuman ini menghinggapi organ tubh lain seperti usus, alat kelamin wanita tulang atau ginjal. Pemeriksaan akan dilakukan lagi bila orang mengeluh tentang gejala pada organ tubuh yang mempunyai beberapa resiko, seperi keadaan tidak menikah yang sebagian dari mereka sangat mengabaikan kesehatan. Kebiasaan minum alkohol berlebihan dan suka berganti-ganti pasangan kencan, akan mudah memperlemah daya kekebalan tubuh yang makin memudahkan terserang kuman TBC untuk memasuki jaringan tubuh penderita.

HIV merupakan sejenis virus yang menurunkan daya tahan tubuh, sedang TBC kuman penyakit yang tengah mencari-cari lahan di tubuh yang sudah tidak berdaya ini untuk menyebarkan kuman-kumannya sendiri. Penyakit TBC memang mencari daya pertahanan tubuh yang sudah melemah ini sebagai lahan subur baginya. Karena itu perlu memperhatikan mereka yang pernah terkena serangan penyakit TBC paru, tetapi telah sembuh.

Ada kemungkinan kuman TBC tersebut hinggap ditempat-tempat organ lain selama bertahun-tahun tanpa memperhatikan gejala apa-apa. Dengan melemahnya daya tahan tubuh karena virus HIV itu, merupakan kesempatan baik bagi kuman TBC untuk menggerogoti tubuh yang sudah semakin lemah itu. Dengan kondisi ini badan yang penyakit TBC yang sudah ada, sebaiknya penyakit TBC dapat pula memperpendek waktu infeksi besi HIV menjadi penyakit dan kuman AIDS . Infeksi HIV dan penyakit secara lambat laun tetap saja makin bertambah jumlah penderitanya dari waktu ke waktu. Kuman penyakit yang amat berbahaya itu kini memang sudah berkembang di beberapa kota di Indonesia.

 

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati TBC

Tuberkulosis atau TBC sering diartikan sebagai penyakit paru, padahal TBC sebenarnya menyerang semua bagian tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Tubercle bacillus. Kuman TBC ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui debu yang dihirup, atau melalui bersin dan batuknya orang-orang yang sudah sakit.

Pengobatan TBC

1. Secara Medis

Jumlah penderita penyakit TBC di Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia setelah Cina dan India. Penyakit TBC menyerang sebagian kelompok usia produktif yang merupakan sumber daya manusia yang penting dalam pembangunan bangsa. Pada tahun 1940-1960 telah ditemukan obat anti-tuberkulosis (OAT), namun TBC masih tetap menjadi masalah kesehatan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pengobatan TBC memerlukan waktu cukup lama, yakni 6-8 bulan secara terus-menerus dengan OAT dan harus dilakukan dengan tuntas sampai sembuh, sehingga dapat mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Pemberantasan TBC dengan menggunakan OAT terdiri dari jaminan paket obat anti-tuberkulosis, yakni Isoniazid, Rifampisin, Pyrazinamide, Streptomycin, dan Ethambutol.

Pada tahun 1983 organisasi kesehatan dunia (WHO) mempromosikan Directly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS) sebagai suatu strategi yang paling efektif untuk mengontrol pengobatan epidemi TBC. Strategi DOTS ini dilaksanakan dengan sukses di seluruh dunia dan memberikan angka kesembuhan tinggi. Menurut Bank Dunia, DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling efektif saat ini. Strategi DOTS untuk memberantas TBC diantaranya komitmen politis dari pengambilan keputusan, penemuan penderita, pengobatan dan panduan DOTS, kesinambungan persediaan OAT yang berkualitas, dan sistem pelaporan untuk memonitor kemajuan pengobatan secara standar.

OAT pada umumnya memberatkan ginjal dan hati. Kondisi ini sangat memberatkan penderita TBC, karena  fungsi detoksikasi dan fungsi pembuangan racun mengalami keterlambatan atau hambatan, sehingga kerja OAT untuk membunuh bakteri TBC terhambat akibat memburuknya kondisi penderita.

2. Dengan Susu Kambing

Selain dengan pengobatan medis, penderita TBC juga bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, tetapi tetap melanjutkan pengobatannya secara medis. Menurut penelitian, seseorang yang menderita TBC yang menjalani pengobatan secara medis dibarengi dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, setelah 3 bulan dan dilakukan pemeriksaan, tidak ada lagi bakteri TBC yang bercokol di tubuhnya.

Susu kambing mengandung flourin yang tinggi dengan kadar 10-100 kali lebih tinggi daripada yang terkandung di dalam susu sapi. Unsur ini merupakan antiseptik natural yang mengandung elemen pencegahan tumbuhnya bakteri di dalam tubuh. Kehadiran flourin akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan aktivitas pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri TBC tidak lagi berkembang biak.

Susu kambing juga mengandung natrium yang tinggi. Dalam kasus penyakit TBC, salah satu pemicunya adalah malnutrisi. Dengan pemberian susu kambing secara rutin setiap hari, natrium yang terdapat di dalamnya berfungsi menghambat malnutrisi tersebut. Dugaan orang yang menyatakan bahwa bakteri TBC bisa berkembang biak dalam susu kambing tidaklah benar. Hal ini sudah dibuktikan oleh Dr. Bernard Jensen, Ph.D, seorang nutritionis di Amerika yang meneliti manfaat susu kambing.

Disebabkan kandungan gizinya, susu kambing bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita TBC. Di samping itu, flourinnya mencegah percepatan perkembangan bakteri TBC sebagai kerja antiseptiknya, memberi perlindungan jaringan paru-paru, serta memproteksi ginjal dan hati. Kandungan lemak dalam susu kambing berfungsi sebagai zat pembakar sehingga tubuh penderita menjadi hangat. Dengan demikian, susu kambing ini mempunyai efek ganda, untuk perlindungan, pencegahan, sekaligus penyembuhan.

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment