Penyakit TBC

Penyakit TBC di Indonesia menjadi masalah serius karena penularannya sangat mudah. Temuan kasus baru dan akses terhadap pengobatan menjadi hal terpenting supaya penanganan Penyakit TBC berhasil. Satu seperempat abadn atau 125 tahun sudah bakerti tuberkulosis (TBC) ditemuakn. Upaya mengenyahkan penyakit ini terus dilakukan, baik dalam skala global maupun lokal. Namun, semakin keras usaha melawan TBC semakin pintar juga bakteri TBC berkelit. Akibatnya, pengobatan penyakit ini menemui banyak jalan buntu. Laih-laih lenyap, justr bakteri semakin resisten dan multi resisten.

Penyakit TBC

Penyakit TBC

 Penyakit TBC

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menggolongkan penyakit TBC sebagai penyakit endemik yang sulit dihilangkan. Riset WHO tahun lalu menunjukkan hampir sepertiga penduduk dunia mengidap TBC. Setiap tahun, lebih dari 1,7 juta orang meningga. Laju penyebaran penyakit ini sulit dibendung lantaran TBC mudah sekali menular.

Dalam persepektif Indonesia, TBC juga menjadi masalah serius. Indonesia merupakan negara kelima sebagai negara yang paling banyak pengidap TBC. Indonesia hanya kalah dari Swaziland, Kamboja, Zambia dan Djibouti. Jumalh pengidap TBC saat ini 321 per 100 ribu penduduk.

Pengobatan TBC di Indonesia terbilang sulit, karena kita masih tertidur, terlelap dalam mimpi panjang. Banyak pengidap penyakit TBC yang seharusnya sembuh, karena terkendala masalah biaya, penyakit itu kambuh kembali. Apalagi, kesadaran berobat juga masih rendah. Padahal TBC dapat disembuhkan. Karena itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak dalam menanggulangi TBC.

Saat ini baru 50% penderita tuberkulosis di Indonesia yang berhasil disembuhkan. “Untuk mempercepat penanganan TBC, tahun ini pemerintah akan melakukan temuan ini pemerintah akan melakukan temuan kasus baru secara aktif,” ujar Menteri Kesehatan, DR. Dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K) dalam peringatan hari TBC sedunia 24 Maret Lalu. Pencapaian Indonesia sebenarnya sudah mencapai target global. Angka temuan kasus (case detection rate/CDR) di Indonesia 74% dan angka kesembuhan sukses (success rate/SR) 89%. Adapun target global adalah CDR 70% dan SR 85%.

Angka CDR, kata Menkes, harus ditingkatkan. Caranya, tenaga kesehatan tidak lagi menunggu di puskesmas, tapi aktif menemukan kasus TBC di masyarakat. Langkah penemuan kasus baru TBC, diantaranya menggunakan deteksi TBC yang lebih sensitif dan spesifik. Deteksi lama yang digunakan sejak seabad lalu, yaitu dengan melihat adnaya basil tahan asam atau BTA+dalam dahak penderita, dianggap telah kadarluasa.
Dalam perspektif global, saat ini sedang dicari cara diagnosis baru yanglebih efektif. Sejauh ini belum ada cara deteksi yang sensitif dan spesiik yang bisa diterapkan bagi masyarkat luas. Kasus TBC di Indonesia menjadi momok mengingat penularan penyakit ini sangat mudah. Survei nasional yang dilakukan pada tahun 2004 menunjukkan setiap dua setengah menit, akan muncul satu pengidap TBC baru.

Bukan cuma penularan, tingkat kematian akibat TBC di Indonesia juga terbilang tinggi. Kertas kerja WHO tahun 2000 sangat mengejutkan, disitu tercatat, setiap 4 menit sekali, satu orang Indonesia meninggal karena TBC.

Gejala Penyakit TBC

Gejala yang paling utama pada seseorang yang menderita penyakit TBC adalah “

  1. Selama 3 minggu biasanya mereka akan mengalami batuk berdahak yang terjadi secara terus menerus
  2. Berkeringat di malam hari namun diakibatkan karena hal yang tidak jelas
  3. Melemahnya badan
  4. Dahak yang disertai dengan darah dan juga pada penderita batuk darah
  5. Rasa sakit di dada dan mengalami sesak nafas
  6. Demam yang terjadi kurang lebih selama sebulan atau juga bahkan lebih.
  7. Nafsu makan yang menurun dan akan membuat berat badan juga menurun.

Namun gejala penyakit tbc yang paling mudah dilihat adalah keringat yang keluar di malam hari yang diakibatkan karena suatu hal yang kurang jelas serta karena mengalami beberapa gejala utama tbc yang khas seperti diatas. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai hal ini maka penderita harus segera melakukan pemeriksaan langsung ke dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit tbc atau tidak maka dilakukanlah suatu penelitan dengan memeriksakan dahak penderita lewat mikroskopis dan juga lewat rontgent.

Penyakit TBC paru biasanya akan menular lewat udara yang sudah mengalami pencemaran dengan bakteri Micobacterium tuberkulosa yang dilepaskan saat penderita TBC sedang batuk, sedangkan pada anak-anak biasanya sumber infeksi yang terjadi adalah berasal dari penderita penyakit TBC orang dewasa. Bakteri ini jika sering masuk dan terakumulasi di dalam paru-paru maka akan menyebabkan terjadinya perkembangbiakan menjadi lebih banyak dan paling utama akan terjadi pada mereka yang mempunyai sistem pertahanan tubuh yang rendah. Untuk bisa menular maka penyakit tbc ini akan menyebar lewat pembuluh darah atau juga lewat kelenjar getah bening. Oleh karena itulah infeksi dari penyakit TBC ini bisa menginfeksi hampir semua bagian tubuh bukan hanya bagian paru saja, namun bisa menginfeksi sekitar organ otak, usus, ginjal, dan saluran pencernaan, kelenjar getah bening serta yang lain. Namun yang paling umum biasanya adalah menyerang daerah paru-paru.

Penegakkan diagnosis dari penyakit tbc adalah adalah dengan melakukan tes dibawah ini :

  1. Anamnesa baik yang terjadi pada pasien atau juga kelurganya.
  2. Pemeriksaan fisik pasien
  3. Pemeriksaan laboratorium misalnya adalah darah, dahak, dan juga cairan otak
  4. Pemeriksaan patologi anatomi atau PA
  5. Rontgen dada atau tjhorax photo
  6. Dan uji tuberkulin.

Penyakit TBC

http://penyakittbc.org/penyakit-tbc/

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Comments Off

Gejala dan Pengobatan TBC Usus

Gejala dan Pengobatan TBC Usus – Penyakit TBC Usus ini menimbulkan gejala berupa perut terasa kembung, muntah dan mencret disertai rasa sakit di perut. Akibat yang lebih berat lagi adalah adanya sumbatan usus atau pembesaran di bagian usus tertentu dan teraba sebagai tumor di perut bagian kanan bawah. Pada TBC usus sering pula usus tidak ditemukan sama sekali diagnosa penyakitnya.

Gejala dan Pengobatan TBC Usus

Gejala dan Pengobatan TBC Usus

Penyakit TBC Usus

Karena itulah diperlukan pemeriksaan yang lebih khusus dengan mengambil jaringan berkelainan di usus, lewat alat yang dimasukkan melalui usus. Pemeriksaan dapat pula dilakukan dengan alat USG atau CT scan. Dengan menemukan kuman yang dikembangbiakan dapat diketahui denga pasti diagnosis penyakitnya.

Namun adakalanya sulit menemukan kuman dari jaringan yang diambil itu. Untuk itu dilakukan pemeriksaan dengan sinar X, disertai dengan pemeriksaan lainnya. Penyakit TBC usus dapat pula menimbulkan rasa nyeri yang ditimbulkan menyerupai radang usus buntu. Meskipun nampaknya seperti usus buntu tidak harus cepat-cepat diangkat sebab memerlukan pemeriksaan yang lebih teliti.

Gejala dan Pengobatan TBC Usus

Gejala dan Pengobatan TBC Usus kadang-kadang tidak memberikan Gejala dan Pengobatan TBC Usus yang jelas, mungkin usaha pemeriksaan paru-paru dan dahak tidak memberikan tanda apa-apa. Foto rontgen biasanya juga tidak memberikan acuan yang jelas bahwa itu penyakit TBC. Hasil pemeriksaan dahak penderita juga tidak menunjukkan adnaya kuman TBC. Namun, pada obervasi selanjutnya penderita masih menunjukkan rasa sakit pada perut bagian bawah dan tidak jarang berat badannya agak menurun, meskipun tidak sehebat penurunan berat badan pada penderita penyakit kanker usus.

Untuk memastikan kelainan apa yang sedang menjangkiti penderita, dapat saja seorang dokter ahli penyakit rongga perut dan mencari sebab rasa sakit tersebut. Ternyata ditemukan adanya kelainan oleh TBC pada jaringan di sekitar usus, sehingga diputuskan untuk tidak melanjutka operasi dan menutup perutnya kembali.

Pengobatan TBC Usus

Penyakit TBC usus bisa dilakukan untuk diberantas dengan menggunakan pengobatan obat anti TBC. Obat itu diberikan baik kepada penderita yang telah ditemukan ada kuman penyakitnya atau yang tidak atau belum ditemukan adanya kuman TBC pada ususnya. Dengan pemberian obat itu biasanya kesehatan penderita akab cepat membaik.

Pemakaian obat-obatan TBC seperti yang dipakai untuk penyakt TBC paru-paru dapat pula digunakan untuk penyakit TBC usus ini. Pengobatan penyakit TBC usus memerlukan waktu yang cukup lama, hingga penderita diminta bersabar selama masa pengobatan itu. Pengobatan untuk tuberkulosis atau TBC yang paling tepat adalah dengan obat-obatan anti TBC. Pemberian obat-obatan ini akab berlangsung cukup lama sampai penderita dianggap sembuh. Obat-obatan yang dapat diberikan berupa obat yang diminum atau yang disuntikkan. Untuk jangka lama tentu lebih mengenakkan pemberian obat telan, umumnya dengan obat-obatan ini, kesehatan yang bersangkutan pulih kembali.

Diagnosis yang dilakukan pada gejala dan pengobatan tbc usus adalah dengan diagnosis perinotitis yang biasanya menjadi agak sulit untuk ditegakkan dibandingkan dengan tbc atau tuberkulosis paru. Dan disamping pemeriksaan klinis yang dilakukan, biasanya juga akan diperlukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan ulsanografi, dan CT scan abdomen, bahkan juga kemungkinan untuk melakukan pemeriksaan laparoskopi. Oleh karena itulah, memang diagnosis yang ditegakkan biasanya akan terjadi lebih lambat. Namun terapi peritonitis tuberkulosa yang prinsipnya mirip dengan tuberkulosis paru. Hasil dari pengobatan yang dilakukan juga baik namun tetap membutuhkan suatu kepatuhan dalam minum obat. Dan setelah dua minggu mengonsumsi obat, biasnaya gejala penyakit tbc usus akan menurun, nafsu makan akan berubah lebih baik dan pasien akan merasa tubuhnya menjadi lebih sehat. Berat badan biasanya juga akan mengalami peningkatan. Walaupun Anda sudah merasa sehat, namun sebaiknya jangan sampai obat tuberkulosis ini dihentikan konsumsinya. Melakukan konsultasi dengan dokter dan juga memahami jenis obat-obatan yang Anda gunakan serta berapa lama obat tadi bisa digunakan.

Obat tuberkulosis saat ini umumnya tidak menimbulkan efek samping. Namun jika Anda mengalami efek samping, biasanya hal yang muncul adalah sifatnya ringan. Karena itulah sebaiknya Anda jangan sampai berhenti mengonsumsi obat dengan sendiri jika Anda mengalami efek samping, cobalah untuk melakukan konsultasi ke dokter untuk bisa diberikan obat peggantinya dan juga obat yang sama yang akan tetap diberikan walaupun dengan pemberian dosis yang bertahap.

Cara Mencegah TBC Usus

Cara mencegah terjadinya penyakit tbc usus adalah dengan memperbaiki lingkungan serta juga keadaan kesehatan dari penduduk. Dan salah satu usaha yang paling penting adalah bagaimana menemukan penderita tuberkulosis paru sehingga tidak menjadi sumber penularan lainnya.

Karena salah satu proses penularan TBC adalah lewat butiran ludah. Dan biasanya pada penderita TBC usus, setelah kuman pada tuberkulosa di udara masuk ke dalam paru, kemudian kuman tadi akan mengalami penyebaran keluar paru. Namun terdapat beberapa hal yang bisa mempengaruhi penularan terjadi dengan cepat yakni adalah lingkungan udara yang sangat pengap, dan adanya suatu sumber penularan dalam bentuk penderita tuberkulosis paru yang tidak segera diobati atau juga diobati namun tidak diobati dengan tuntas, serta orang sekitar yang sistem kekebalan tubuhnya sangat rendah yang diakibatkan karena kurang gizi. Karena itulah tuberkulosis biasanya lebih banyak terjadi pada pemukiman yang padat, kumuh dan juga dengan penduduk yang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah.

Gejala dan Pengobatan TBC Usus

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Usus

Mendengar istilah penyakit TBC usus, oramg sering mengaitkannya dengan penyakit TBC yang banyak diidap anggota masyarakat TBC paru-paru yang menyerang paru-paru. Memang TBC pada organ utama pernapasan itu erat sekali kaitannya dengan penyakit TBC usus. Malahan kuman-kuman dari TBC paru disinyalir sebagai penyebab utama munculnya penyakit TBC usus itu.

Penyakit TBC Usus

Penyakit TBC Usus

Penyakit TBC Usus

Penyakit TBC usus biasanya merupaan penyakit menahun artinya penyakit ini sudah ada di situ dan perlahan-lahan menjadi lebih berat. Sementara itu, bila penyakit TBC paru menyebabkan orang atau penderitanya sesak nafas karena organ pernapasannya (paru-paru) diserang oleh kuman-kuman TBC, maka pada penyakit TBC usus yang diserang oleh kuman itu adalah usus penderita.

Penyakit TBC usus diperkirakan disebabkan oleh serangan kuman TBC. Kuman ini bisa berasal dari penyakit TBC tang aktif di paru-paru dan darah yang mengandung kuman TBC lalu masuk ke dalam lambung. Kemudian terbawa ikut masuk ke usus halus dan berkembang bak di tempat yang baru. Kuman itu menyebar ke kelenjar-kelenjar getah bening di usus dan bagian-bagian lain pada saluran pencernaan juga selaput penutup usus di rongga perut.

Kuman itu dapat pula menyebar melalui aliran darah saat seseorang masih kecil. Ia berdiam di usus halus. Dalam pretumbuhan anak menjadi dewasa penderita sehat-sehat saja. Karena daya tahan tubuhnya masih baik. kuman tersebut baru menunjukkan aktivitasnya saat kondisi tubuh penderita menurun. Faktor penyebab TBC usus ini antara lain kekurangan gizi, penyakit–penyakit menahun seperti penyakit gula, kebiasaan minum alkohol, pemakaian obat-obatan dan sistem daya tahan tubuh yang melemah. Faktor penyebab terakhir ada kaitannya dengan infeksi HIV yang juga menyerang sistem pertahanan tubuh seseorang.

Meski penyakit TBC usus kadang-kadang merupakan penyakit menahun, sementara radang usus buntu umumnya sebagai penyakit mendadak, sehingga penderita merasa badannya agak panas. Mungkin saja penyakit radang usus buntu yang akut dapat diatasi oleh tubuh penderita snediri, sehingga radang akut seperti panas badan dan rasa sakit diperut bagian bawah tidak begitu mengganggu. Bahkan rasa sakit yang pada mulanya sangat mengganggu itu menghilang atau sangat berkurang gejalanya.

Pada kanker ganas usus, mungkn saja timbul rasa sakit di perut kanan bawah, yang lebih jelas berat badan penderita memburuk dengan cepat. Oleh sebab itu, biasa penderita selain mengeluh sakit di perut bagian bawah juga mengeluh berat badannya berkurang dengan jelas.

Penyakit TBC usus bisa disembuhkan dengan total, bahkan sisa dari parut yang ada di usus juga bisa dikembalikan dalam keadaan normal akibat penyebabnya adalah infalamasi atau terjadinya peradangan oleh kuman tuberkulosis. Dan diagnosis dari TB usus yang ditegakkan dengan melakukan bipsi. Dan jika tegak maka benjolan yang ada di susu tadi adalah akibat dari TB yang umumnya akan merespon obat yang masuk. Jenis obat yang masuk adalah obat anti tuberkulosis atau OAT yang pada umumnya adalah melakukan terapi OAT selama paling tidak 9 bulan untuk kasus penyakit TBC usus. Namun, jika sampai selama 2 tahun masih belum ada perkembangan dan perubahan yang lebih baik, Anda harus memikirkan uatu kemungkinan dari penyebab penyakit TBC yang lain. Sebaiknya lakukanlah konsultasi ke dokter spesialis penyakit untuk mengevaluasinya lebih lanjut.

Mengapa Terjadi Penyakit TBC Usus

Banyak pertanyaan yang menanyakan mengapa penyakit TBC bisa terjadi di usus? Penyakit TBC bisa terjadi di paru dan juga diluar paru. Penyakit tuberkulosus yang terjadi di luar paru bisa saja terjadi di tulang, selaput otak, dan juga usus atau selaput usus yang biasanya disebut dengan peritoneum. Dan walaupun hal ini jarang terjadi, namun tuberkulosis bahkan bisa saja muncul di kulit. Penyakit tuberkulosis yang biasanya terjadi disebabkan karena kuman Mycobacterium tuberkulosis. Dan penderita penyakit tbc paru yang dtidak segera ditangani biasanya akan mengeluarkan suatu butiran ludah yang mengandung kuman penyebab tbc. Butiran ini bisa terhirup oleh orang laon dan bisa masuk ke dalam paru-paru. Selain itu biasanya kuman akan bersarang di dalam sana dan pada akhirnya akan mengalami penyebaran lewat kelenjar getah bening dan jga darah. Penyebaran yang terjadi lewat darah akan menyebabkan suatu kemungkinan terjadinya penyakit tuberkulosis di luar paru-paru. Misalnya adalah penyakit TBC di usus.

Gejala TBC Usus

Gejala penyakit tbc usus hampir mirip dengan penyakit tuberkulosa di paru yakni adalah :

  1. Demam
  2. Nafsu makan yang menurun
  3. Berat badan yang menurun
  4. Nyeri perut
  5. Adanya benjolan di dalam perut
  6. Susah buang air besar
  7. Radang usus buntu

Dan jika melakukan operasi biasanya akan didapatkan usus buntu namun akan terdapat suatu bercak putih yang muncul di selaput dinding perut yang mirip dengan keju.

Penyakit TBC usus adalah salah satu jenis penyakit yang menahun yang berarti sudah ada dan terjadi dengan perlahan berat. Selain itu jjuga, jika TBC paru biasanya akan menyebbakan penderita menjadi susah bernapas karena organ pernapasan yang mengalami serangan bakteri dan juga kuman pada TBC usus maka kuman ini juga akan menyerang usus. Selain itu, selain organ usus yang diserang penyakit TBC adalah seperto otak, ginjal, dan juga saluran pencernaan, tulang, kelenjar getah bening dan juga yang lainnya.

Penyakit TBC Usus

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Paru-Paru

Penyakit TBC Paru-Paru – Tuberkulosis adalah penyakit yang ditimbulkan karena adanya infeksi akut atau kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Tuberkulosis menyebabkan reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru, yang meliputi penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag dan pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan fibrosa yang membentuk apa yang disebut tuberkel. Proses pembentukan dinding ini membantu membatasi penyebaran bakteri tuberkulosis kemudian di dalam paru-paru.

Penyakit TBC Paru-Paru

Penyakit TBC Paru-Paru

Penyakit TBC Paru-Paru

Penyakit TBC Paru-Paru ini banyak menyerang orang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah, Orang-orang lanjut usia yang pada masa kanak-kanaknya pernah terserang tuberkulosis dan mereka yang hasil tes HIV-nya positif menjadi sasaran utama tuberkulosis.

Penyakit TBC Paru-Paru ditularkan melalui sekresi pernapasan yang dihembuskan penderitanya kemudian diisap oleh orang lain. Gejala Penyakit TBC Paru-Paru ini kadang kala tidak kelihatan, namun biasanya gejalanya antara lain bentuk yang berkepanjangan, rasa sakit di dada, kehilangan berat badan, dan nafsu makan serta banyak mengeluarkan keringat, terutama di malam hari. Umumnya mereka yang tinggal dikawasan kumuh yang penuh sesak dan ventilasi rumahnya buruk beresiko tinggi terjangkit penyakit ini. Penyakit ini juga lebih banyak menyerang kaum pria daripada wanita.

Kasus penyakit TBC di Indonesia masih terblilang tinggi yakni bisa mencapai sekitar 450 ribu kasus pada penyakit TBC dalam setiap tahun. Selain itu juga pada penderita penyakit TBC sekitar 65 ribu orang meninggal dunia. Penyakit TBC di Indonesia merupakan salah jenis penyakit penyebab kematian no.4 setelah penyakit stroke, penyakit diabetes, dan penyakit hipertensi tekanan darah tinggi. Kebanyakan kasus terjadi di perkotaan. Dan berbeda dengan kasus yang terjadi di perkotaan, kasus penyakit TBC yang terjadi di pedesaan merupakan salah satu penyebab kematian nomor 2 setelah penyakit stroke. Cara menanggulangi penyakit TBC paru-paru merupakan salah satu tugas dari pemerintah dan tugas individu untuk mencegah terjadinya penularan, melakukan penanganan, pengobatan dan juga penyembuhan penyakit TBC serta melakukan pencegahan pada penyebaran dari infeksi bakteri yang lebih luas lagi.

Penyebab dari penyakit TBC adalah dikarena adanya suatu infeksi yang diakibatkan dari infeksi dan juga kuman Mycobaterium tuberkulosis dan biasanya kuman ini akan menyerang paru-paru. Selain itu juga, bakteri yag menyebabkan penyakit TBC ini bisa muncul dan menyerang organ tubuh yang lain misalnya adalah kelenjar getah bening , usus serta ginjal, kandungan, tulang dan bisa juga menyerang organ otak. Penyakit TBC merupakan salah satu jenis penyakit yang penularannya sangat mudah terjadi, media atau sarana dari penularan bisa terjadi dari cairan yang ada di dalam saluran nafas yang keluar saat penderita bersin atau juga saat sedang batuk, dan setelah itu terhirup oleh orang lain yang berada di dekatnya.

Pada jenis bakteri yang mengakibatkan penyakit TBC biasanya mereka akan tertidur dan tidak akan menyerang orang yang mempunyai daya tahan tubuh tinggi dengan asupan makanan yang mengandung gizi atau nutrisi serta daya tahan tubuh yang sangat baik. Bakteri dari penyakit TBc biasanya akan lebih mudah untuk menyerang orang yang mengalami masalah pada kekurangan gizi serta mempunyai daya tahan tubuh yang rendah. Selain itu, orang yang tinggal di lingkungan yang agak buruk dengan kandungan TBC yang tinggi juga akan mudah terserang penyakit TBC paru-paru. Gizi butuk dan juga lingkungan atau sanitasi yang buruk biasanya akan mengakibatkan kuman atau juga bakteri dari penyakit TBc yang bersitirahat di dalam tubuh menjadi aktif dan bisa mengalami penyakit TBC.

Serangan Infeksi Penyakit TBC Paru

Serangan infeksi yang terjadi pada kuman TBC biasanya sering memunculkan suatu gejala yang khas atau juga tidak dan biasanya indikasi yang muncul hanya berupa batuk yang ringan dan hal ini biasanya sering dilupakan sehingga diremehkan begitu saja. Seseorang yang menderita penyakit infeksi Tbc paru-paru biasanya akan dengan mudah menularkan kuman atau juga bakteri yang ada di dalam tubuhna ke orang lain. Selain itu juga, kuan TBC yang ada di dalam paru akan menyebabkan jaringan paru-paru menjadi rusak sehingga akan memunculkan suatu tanda-tanda dan gejala yang sangat khas disaat penyakit sudah mulai parah.

Gejala TBC Paru

Gejala penyakit TBC paru-paru adalah :

  1. Disaat penderita sedang batuk atau berdahak, maka biasanya akan ada darah keluar.
  2. Penderita akan mengalami sesak nafas dan juga rasa nyeri di daerah dada
  3. Penderita juga akan mengalami demam atau panas dingin atau badan berkeringat dalam sebulan lebih.
  4. Penderita akan berkeriingat dimalam hari namun tanpa ada penyebab yang jelas.
  5. Selain itu,penderita akan merasakan tubuhnya menjadi lemah dan lesi.
  6. Penurunan berat badan juga bisa terjadi akibat nafsu makan yang hilang.
  7. Perubahan pada urin yang menjadi berwarna merah atau juga keruh. Gejala penyakit TBC ini akan muncul di kondisi yang selanjutnya.

Upaya yang dilakukan untuk menyembuhkan penyakit TBC adalah dengan melakukan diagnosis terlebih dahulu. Diagnosis yang ditegakkan adalah pemeriksaan fisik di sekitar paru-paru dan dada. Kemudian akan dibantu dengan pemeriksaan foto rontgent di bagian dada, pemeriksaan dahak dan darah dengan tes lab, dan juga pemeriksaan tuberculin. Pengobatan dari penyakit TBC paru-paru adalah jenis pengobatan jangka panjang antara 3-9 bulan dan penderita paling tidak harus minum sekitar 3 macam obat.

Penyakit TBC Paru-Paru

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit TBC Pada Anak

Penyakit TBC Pada Anak – Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculossis, penyakit ini biasnya menyerang paru, namun dapat juga mengenai hampir semua organ tubuh.
Sumber penuluaran adalah pasien TB paru dewasa melalui percikan dahak.

Penyakit TBC Pada Anak

Penyakit TBC Pada Anak

Gejala Penyakit TBC

Gejala Penyakit TBC Pada Anak yang ditunjukan oleh seorang anak jika ia menderita penyakit TBC adalah :

  1. Demam lama >/- 2 minggu dan atau berulang
  2. Batuk lama 3 minggu
  3. Nafsu makan turun, berat badan turun atau tidak naik 2 bulan berturut-turut
  4. Anak lesu tidak seaktif biasanya
  5. Kontak erat dengan pasien TB paru dewasa
  6. Teraba benjolan di leher atau kelenjar getah bening

Pemeriksaan TBC

Gejala tersebut dapat juga disebabkan oleh penyakit lain, oleh karena itu segeralah konsultasikan ke dokter. Pemeriksaan Penyakit TBC Pada Anak yang diperlukan :

  1. Uji tuberkulin
  2. Foto rontgent dada, pemeriksaan rontgent dapat membantu diagnosis tetapi tidak dapat digunakan sebagai salah satunya alat diagnosis.
  3. Pemeriksaan darah tidak digunakan untuk diagnosis TB anak
  4. Jika memungkinkan perlu dilakukan pemeriksaan dahak-dahak.
  5. Mengingat kesulitan mendapatkan dahak pada anak, uji tuberkulin merupakan pemeriksaan yang sangat penting.
  6. Diagnosis TB anak dapat ditegakkan dengan sistem skoring TB anak

Pengobatan Penyakit TBC Pada Anak adalah dengan cara :

  1. Pengobatan dengan kombinasi 3-4 macam obat Tb
  2. Pengobatan TB membutuhkan waktu 6 bulan, kecuali pada Tb berat bisa lebih lama sampai 12 bulan
  3. Kunci keberhasilan pengobatan Tb adalah minum secara teratur dan tuntas
  4. Keberhasilan pengobatan dinilai terutama dari perbaikan gejala, bukan dari foto rontgent dada.

Cara pemberian obat TB adalah :

  1. Obat diminum saat perut kosong, satu jam sebelum atau 2 jam setelah makan/ minum susu.
  2. Pemberian obat dalam bentuk KDT mempunyai beberapa keuntungan : lebih praktis, bisa dikunyah atau dilarutkan dengan air, meningkatkan keteraturan minum obat.

Pencegahan Penyakit TBC Pada Anak:

  1. Vaksinasi BCG
  2. Beri makanan yang bergizi dan seimbang pada anak
  3. Jaga lingkungan rumah bersih, tidak lembab dan sinar matahari masuk ke dalam rumah
  4. Cari kemungkinan sumber penularan :
  5. Orang dewasa serumah (orang tua, pembantu rumah tangga, supir, dll)
  6. Lingkungan sekolah (Guru sekolah, satpam, guru les, dll)
  7. Pasien TB dewasa diobati hingga tuntas dan menggunakan masker selama dua bulan awal pengobatan.

Penyakit tuberkulosis pada anak menular lewat kontak dahak dan juga akibat menghirup titik-titik air dan juga bersih atau juga penularan lewat batuk yang mengalami infeksi penyakit TBC, anak-anak yang sering mengalami penularan penyakit tbc yang dari orang dewasa di lingkungan rumah atau sedang berada di tempat umum misalnya dirumah sakit, di lingkungan sekitar rumah dan sedang di dalam kendaraan umum. Oleh sebab itulah masyarakat Indonesia harus menyadari jika dirinya sudah terdiagnosis untuk mengalami penyakit tbc maka berhati-hatilah untuk berinteraksi dengan orang lain sebaiknya Anda menggunakan masker penutup mulut, dan jangan membuang ludah sembarangan dan sangat dianjurkan sekali untuk menggunakan sapu atau tissu saat sedang bersih.

Untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit tbc yang paling utama terjadi pada anak yang daya tahan tubuhnya masih sangat rentan maka pemerintah Indonesia mulai melakukan cara pencegahan dengan memasukkan imunisasi Tuberkulosis pada anak yang disebut dengan imunisasi BCG sebagai salah satu program unutk memprioritaskan imunisasi yang wajib secara nasional dan juga disertai dengan 4 imunisasi lainnya misalnya imunisasi penyakit hepatitis B, polip, DPT, dan campak di awal jadwal imunisasi.

Diagnosis Penyakit TBC

Menegakkan diagnosa penyakit tbc harus dilihat dari gejala klinis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan bakteriologi, radiologi serta juga pemeriksaan penunjang yang lain. Gejala klinis dari penyakit tbc terbagi menjadi 2 yakni gejala lokal dan juga gejala sistemik. Jika organ yang terserang tuberkulosis adalah paru maka gejala lokal adalah gejala respiratori atau gejala yang berhubungan erat dengan sistem pernapasan. Sedangkan gejala lokal yang lain akan sesuai dengan organ yang masih berhubungan.

Gejala respiratori adalah gejala batuk yang terjadi lebih dari 2 minggu, gejalanya biasanya batuk disertai dengan darah. Dan selain itu juga penderita biasanya akan merasakan nyeri disekitar dada dan sesak nafas. Selanjutnya gejala ini akan berubah menjadi gejala sistemis antara lain adalah seperti demam, badan lemah yang biasanya disebut dengan malaise, berkeringat dimalam hari, mengalami anoreksia dan berat badan yang mengalami penurunan menjadi semakin kurus. Selain itu, gejala respiratori yang sangat bervariasi yang mulai tidak timbulnya suatu gejala menjadi gejala yang berat dan semua tergantung dari luas lesinya, sehingga untuk kondisi yang mempunyai gejala tidak helas kadang pasien baru akan mengetahui bahwa dirinya menderita penyakit tbc adalah setelah ia terdiagnosis.

Diagnosis yang paling efektif dan tepat dilakukan adalah disaat ditemukannya basil Tb dari bahan yang diambil oleh pasien atau juga sputum, bilasan lambung, biopsi dan hal lainnya. Namun pada anak, hal ini biasanya agak sulit untuk didapatkan sehingga dari sebagian besar diagnosa tb anak biasanya didasarkan dari gambaran klinis, gambaran radiologis, dan juga dari uji tuberkulin. Hal ini sangat penting memikirkan adanya resiko penyakit TBC pada anak jika memang Anda sudah mengetahui ada suatu keadaan seperti diatas.

Penyakit TBC Pada Anak

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pencegahan Penyakit TBC Paru

Pencegahan Penyakit TBC ParuPenyakit batuk tidak seharusnya dibiarkan dan jangan dianggap remeh. Agar tidak makin parah dan menular pada orang lain, TBC harus segera diobati dan berhenti merokok secara total. Hindari meminum susu sapi yang belum dimasak. Konsumsilah makanan yang bergizi untuk menigkatkan daya tahan tubuh. Lakukan pemeriksaan lebih intensif dan pengobatan secara tuntas, tidak berhenti di tengah jalan. Apabila pengobatannya tidak dilakukan sampai tuntas, maka penyakit ini bisa kambuh lagi, dan mungkin dapat menyebabkan kuman menjadi resisten atau kebal terhadap obat. Hal ini dapat pula menyebabkan penyakit menjadi lebih parah karena telah meyebar ke daerah lain di luar paru-paru. Namun anda tidak perlu khawatir karena penyakit ini bisa disembuhkan. Makin dini pengobatan dilakukan, tigkat kerusakan yang parah bisa dihindarkan.

Pencegahan Penyakit TBC Paru

Pencegahan Penyakit TBC Paru

Penyakit TBC

Biasanya jika pengobatan dilakukan secara rutin, penderita TBC bisa sembuh dalam waktu 6-9 bulan. Bagi yang memiliki bayi, hendaknya lakukan imunisasi dengan vaksin BCG, dan jika perlu berikan lagi ketika sang anak berusia 12 atau 16 bulan. Anak dapat dengan mudah tertular TBC dari orang dewasa yang berada di sekitarnya . Penularan bisa melalui udara, misalnya saat batuk atau bersin, maka kuman TBC akan menyembur ke udara melalui percikan-percikan ludah.

Percikan yang mengandung kuman tersebut dapat bertahan di udara sampai beberapa jam dan kemudian terhirup oleh orang lain. Apabila sistem pertahanan tubuh orang yang menghirup tersebut tidak baik, atau jumlah kuman yang terhirup cukup banyak untuk menibulkan infeksi, maka orang tersebut dapat tertular. Oleh karena itu, penderita TBC dianjurkan untuk berobat sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Dengan cara itu ia dapat membantu mencegah penularan terhadap orang lain. Selain berobat, periksakan juga istri dan anak-anak anda untuk memastikan apakah mereka ikut tertular atau tidak.

Pencegahan Penyakit TBC

Upaya Pencegahan Penyakit TBC Paru  mengurangi kemungkinan penularan dirumah anda dapat dilakukan dengan memasang ventilasi udara yang baik untuk pertukaran udara dan agar percikan ludah yang mengandun kuman tidak terkonsentrasi.

  • Pencegahan Penyakit TBC Paru dengan membuka jendela atau pintu pada pagi hari agar cahaya matahari yang masuk ke rumah anda memadai karena kuman TBCakan mati bila terkenca cahaya matahari. Jagalah kebersihan dan jangan meludah disembarang tempat. Tingkatkan daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang baik.
  • Penyakit TBC yang terjadi pada anak disaat anak mengalami infeksi bakteri tuberkulosis, itu berarti bahwa anak tertular bakteri ini dari orang dewasa yang mempunyai infeksi TB yang aktif. Dan pada kebanyakan orang yang mengalami infeksi ini biasanya mereka tidak sadar bahwa dirinya sudah terinfeksi karena pada gejala awal biasanya mereka tidak akan merasakan sakit. Pada orang yang mengalami infeksi TB saja tidak menularkan penyak ini ke orang lain dan biasanya tidak membahayakan orang lain. Dan untuk mendeteksi penyakit ini hanya bisa melakukannya lewat tes kulit TB. Dan pemberian suntikan kecil biasanya akan dimasukkan pada bagian lengan untuk menegetahui adanya bakteri di dalam tubuh. Orang yang sudah mengalami infeksi biasanya akan mengalami pembengkakan pada sekitar bekas suntikan yang diberikan tadi. Dan hasil yang pasti biasanya baru akan terlihat dalam waktu 1-2 hari setelahnya.

Resiko penyakit TBC Pada anak-anak memang lebih besar. Aktivitas mereka yang aktif biasanya sering membuat anak-anak tidak bisa memelihara dan menjaga kesehatan tubuhnya sendiri. Yang harus dilakukan adalah pencegahan penyakit tbc paru yang dilakukan pada orang tua untuk memantau semua kegiatan mereka dan juga memantau kesehatan anaknya sehingga mereka mempunyai sistem daya tahan tubuh yang kuat dan bisa menangkan berbagai penyakit yang berusaha masuk ke dalam tubuhnya. Paling tidak hal ini akan membuat mereka bisa lebih cukup kuat dalam bertahan dari serangan berbagai penyakit.

Pencegahan penyakit tbc paru yang dilakukan pada orang tua terhadap anak adalah dengan memberikan nutrisi serta asupan gizi yang sangat penting untuk anak. Penyakit tbc bisa dicegah dan bisa juga disembuhkan. Bakteri dari tuberkulosis yang aktif biasanya akan menyerang sistem pernapasan yakni adalah paru-paru. Itu mengapa orang yang mengalami infeksi bakteri aktif pada penyakit TBC akan menularkan bakteri ini lewat udara. Orang yang berbagi udara 1 tempat dengan orang yang berdekatan dengannya mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit infeksi TBC. Orang tua harsunya sudah memahami akan bahaya dari penyakit TBC yang terjadi pada anak dengan cara menambah pengetahuan dan pemahaman penyakit TBC.

Jika sudah terlanjur mengalami penyakit TBC, maka pengobatan harus dilakukan dengan teratur. Obat tbc yang diberikan harus diminum secara teratur, setiap hari dan pengobatan ini biasanya berlangsung antara 3-9 bulan. Dosis pemberian obat harus disesuaikan dengan berat badan tubuh. Penghentian pengobatan dilakukan jika setelah 6 bulan menghasilkan suatu evaluasi yang baik, misalnya adalah batuk yang mulai menghilang, klinis makin membaik, anak lebih aktif lagi, peningkatan berat badan, foto thorax menjadi membaik, dan juga penurunan LED. Dan jika setelah lebi dari 6 bulan tidak ada suatu perbaikan maka kemungkinan akibat dari kepatuhan minum obat tbc yang kurang dan karena MDR atau Multi Drug Resisten, serta akibat diagnosis yang bukan karena TBC.

Pencegahan Penyakit TBC Paru

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Pengobatan TBC Kelenjar

Pengobatan TBC Kelenjar – Proses penularan penyakit tbc ke bagian saluran pernapasan bagian leher mungkin saja berasal dari kuman yang berada di kelenjar leher dahulu, karena pengobatan yang kurang memadai. Proses pernanahan bisa muncul di kulit, sebab sebelumnya saluran yang menghubungkan bagian akhir usus dan kulit. Dokter pertama yang mengobati penyakit itu mengambil cara penentuan penyakit yang tepat. Dia ingin memastikan yang mana yang berbetuk bernas bebas dari kuman TBC.  Karena itu perlu pemeriksaan lebih mendalam. Selama waktu penderita bersedia menceritakan kronologis kepada dokter itu.

Pengobatan TBC Kelenjar

Pengobatan TBC Kelenjar

Penyakit TBC Kelenjar

Seterusnya jika operasi dilakukan untuk menyembuhkan penyakit itu pemeriksaan pada jaringan yang akan diangkat itu. Jika memang benar tidak ditentukan kuman TBC, maka barulah sang dokter yain betul yang timbul bukan karena infeksi kuman TBC, tapi oleh kuman lan yang dapat menimbulkan pernanahan.

Sebenarnya untuk menentukan apakah itu bisul atau luka biasa haruslah melalui pemeriksaan yang lebih teliti. Dengan meneruskan pengobatan pada dokter yang semula akan dapat dipastikan kepastian tentang penyakit itu lebih diketahui segera sehingga pengobatan yang tepat akan dapat diberikan. Sebenarnya penyakit yang disangka sebagai penjalaran penyakit TBC sampai saat itu tidaklah merupakan suatu yang berat. Disamping pengobatan yang dilakukan oleh dokter, si penderita seharusnya dapat pula melalui terapi pokok yang diperlukan untuk perawatan.

Pengobatan TBC Kelenjar dengan Diet untuk TBC harus dilakukan setidak-tidaknya melalui pembangunan dan menjaga ketahanan badan atau tubuh. Kesegaran tubuh yang tepat adalah tameng untuk melawan berbagai penyakit. Kini oenyakit TBC tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang tak dapat disembuhkan jika ditangani secara bai sejak awal. Seharusnya sejak mula penderita sudah harus berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit sebagai usaha dalam menentukan metode penyembuhan penyakit TBc.

Perawatan air misalnya tertentu sangat membantu dalam kasus TBC. Daya vitalitas tubuh penderita dapat di bangun oleh mandi dingin rutin dua kali sehari yang di rencanakan dengan hati-hati. Namun harus pula diperhatikan untuk menjaga agar penderita jangan sampai kedinginan. Dianjurkan melakukan secara berselang seling aplikasi panas dengan dingin dalam waktu pendek. Terapi dengan melakukan latihan juga dapat diterapkan untuk menanggulangi penyembuhan TBC. Setiap penderita dapat melakukan kegiatan olahraga yang teratur untuk mengurangi gejala-gejala penyakit. Dengan demikian terapi air untuk menyembuhkan penyakit TBC yang diderta dapat dilaukan melalui terapi air, makanan dan olahrgaa yang teratur. Namun proses pengobatan TBC secara alami ini dapat dilakukan berbarengan dengan terapi medis yang dianjurkan oleh seorang dokter. Sang dokter juga akan menganjurkan dia yakin bahwa penyembuhan dari kuman-kuman TBC itu berjangkit karena daya tahan tubuh sedang melemah.

Pengobatan TBC Kelenjar dengan Sekiranya daya tahan tubuh sedang menguat dengan melakukan olahraga dan mengkonsumsi makanan yang sehari-hari cukup bergizi, dipercaya bahwa kuman-kuman penyakit apapun tidak akan mempan untuk memenangkan perlawanan tubuh yang sangat kuat. Namun bagaimanapun juga hasilnya, kepercayaan sendiri dan mematuhi hal -hal dan peraturan yang diputuskan oleh dokter perlu di patuhi dengan penuh kesabaran. Karena melakukan pengobatan tanpa dibarengi oleh rasa kesabaran dan keyakinan akan kesembuhan diri sendiri, akan tidak berarti apa-apa.

Penyakit TBC merupakan salah satu penyakit yang diakibatkan serangan bakteri Mycobacterium Tuberculosa. Sasaran yang paling utama dari penyakit ini adalah daerah paru-paru namun jika daya tahan tubuh seseorang kuat, maka kuman tidak akan bisa menginfeksi paru-paru namun biasanya akan tertahan pada daerah tonsil atau amandel dan bisa menyebar kemana saja didaerah sekitar tulang, usus, ginjal dan juga berbagai organ yang lainnya. Namun yang biasanya sering mengalami serangan penyebaran tuberkulosis di tubuh adalah kelenjar getah bening di leher. Dan ciri-ciri penyakit dari tuberkulosa pada kelenjar getah bening adalah :

  1. Terjadinya pembesaran kelenjar getah bening di leher namun terjadi di satu sisi saja
  2. Pembesaran kelenjar getah bening bisa tunggal
  3. Atau juga akibat kelenjar getah bening yang lebih mirip seperti rantai dan juga disebut sebagai Scropuloderma.

Pengobatan TBC Kelenjar

Jika penyakit TBC kelenjar tidak segera diobati, kelenjar getah bening lama kelamaan akan menjadi semakin membesar dan pada akhirnya akan pecah dengan cara mengeluarkan nanah yang berwarna kuning dan juga hijau. Selain itu luka yang muncul pada Scropulosderma yang akan sangat lama bisa sembuh atau menjadi susah sembuh dan jika sembuh maka biasanya akan terlihat buruk. Tepi luka pada abses scropuloderma yang biasanya tidak rata dan juga tidak mengeluarkan bau dan juga tepinya yang agak cekung masuk ke dalam. Pengobatan yang diberikan ini adalah salah satu pemberian obat tbc anti tuberkulosa yang sifatnya masih dini, atau juga dengan melakukan tindakan operasi yang disambung dengan memberikan obat anti tuberkulosa jika pembesaran yang terjadi pada kelenjar sudah membesar dan lanjut paling tidak adalah selama 6 bulan. Selain itu juga, Anda harus lihat darimana kuman tersebut berasal, apakah kuman ini berasal dari diri Anda sendiri atau juga dari salah satu anggota keluarga, dari teman yang sudah terinfeksi menderita penyakit TBC aktif. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan darah, tes kulit, dan juga foto thorax dan tes dahak.

Pengobatan TBC Kelenjar

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

TBC Kelenjar

TBC Kelenjar – Kuman Penyakit TBC Kelenjar bisa pula sewaktu-waktu menjalar ke bagian yang lembek seperti organ paru-paru, dan ia tidak jarang pula menginfeksi kelenjar getah bening. Disamping itu ia juga bisa menebar ke kulit, organ-organ penting lainnya. Bukan itu saja, sampai ke dubur pun kuman TBC ini bisa pula merambat sehingga timbul pula TBC dubur. Seperti sejak mula sudah di sampaikan, bahwa kuman TBC itu bisa menyerang bagian-bagian tubuh kita selagi bagian tubuh tersebut atau seluruh tubuh dalam keadaan melemah.

TBC Kelenjar

TBC Kelenjar

TBC Kelenjar

Bila semuanya daya tahan tubuh mejadi sehat dan kuat, kemungkinan serangan kuman apaun dapat di tangkis oleh daya tahan tubuh itu sendiri. Penyakit TBC Kelenjar yang sebagai paling sering dikenal orang menyerang paru-paru dan lebih dikenal sebagai penyakit TBC paru-paru. Namun kuman penyakit ini dapat pula menyerang alat tubuh lain diluar paru-paru. Seperti kulit dipermukaan sampai ke kelenjar dan organ-organ tubuh penting lainnya di dalam.  Tidak jarang pula yang diserangnya selaput otak, tulang dan persendian yang sebenarnya jarang terjadi kuman TBC langsung menyerang organ-organ penting tubuh lainnya.

Mulai masuknya kuman mungkin melalui saluran atas yang tidak menimbulkan kelainan seperti pada paru-paru. Tetapi kemudian berkembang ke organ lainnya dari sini kuman dapat mengikuti aliran getah bening ke tempat-tempat didalam tubuh. Dapat pula saluran yang dialirinya adalah cairan darah untuk mencapai organ penting lainnya dalam tubuh.
Bahkan kuman TBC tadi bisa pula melalui makanan seperti makanan yang mengandung bibit penyakit TBC. Diminum melalui air dengan baik terlebih dahulu kemudian mengalami proses pernapasan yang baik terlebih dahulu dan bisa pula menyebabkan penularan kuman TBC yang kita maksudkan. Ia bahkan sampai ke usus dan organ-organ tubuh lainnya.

Meskipun jelas pada beberapa jalur yang dapat ditemput oleh kuman TBC, namun dapat menyebabkan penyakit pada seseorang penyakit ini tidak segampang itu dapat muncul. Perkembangannya dapat bergantung pada daya tahan tubuh seseorang. Daya tahan tubuh yang baik akan mampu melawan masuknya kuman TBC ke badan. Selain itu juga daya tahan itulah amat diperlukan, jika ada penyakit menahun. Oleh sebab itu, daya tahan tubuh perlu diperhatikan baik yang diusahakan dari luar berupa suntikan pencegahan atau berupa pemeliharaan gizi yang baik. Juga bagi mereka dengan penyakit menahun hendaklah secara teratur melakukan pemeriksaan ke dokter.

Penyakit TBC kelenjar biasanya diawali dengan gejala seperti :

  1. Demam yang terjadi dalam waktu yang lama
  2. Batuk yang terjadi dalam waktu yang lama
  3. Nafsu makan yang menurun
  4. Benjolan yang muncul disekitar leher serta ketiak dan juga sela paha atau pada daerah sekitar kelenjar getah bening

Namun, gejala umum yang biasanya ditemukan pada penyakit tuberkulosis kelenjar adalah lebih banyaknya benjolan yang muncul di sekitar leher. Dan selain itu juga benjolan yang terjadi merupakan salah satu bentuk dari pembesaran kelenjar yang biasanya akan terlihat berkumpul. Dan suatu saat benjolan-benjolan ini akan pecah kemudian akan keluar nanah. Langkah pencegahan yang bisa dilakukan jika memang ada benjolan pada sekitar leher, ketiak dan paha adalah dengan memeriksakan diri Anda ke dokter.

Gejala TBC Kelenjar

Gejala penyakit TBC kelenjar memang tidak dirasakan terlalu berat oleh penderitanya. Namun, benjolan ini tiba-tiba sudah ada dan semakin membesar. Kelenjar yang terdapat di leher biasanya akan membengkak dan juga akan menyebar ke bagian tubuh yang lain. Hal ini biasanya juga terjadi akibat dari suatu peradangan di kelenjar getah bening akibat dari bakteri penyakit TBC tersebut. Biasanya tubuh mulai akan merasakan kelemahan, dan tidak kuat karena kecapekan. Jika capek kadang datang dan disertai dengan demam serta kelenjar leher biasanya juga akan panas.

Melakukan pemeriksaan dini, biasanya biopsi adalah salah satu cara yang dijadikan pemeriksaan paling tepat untuk membantu mengetahui apakah penyebab yang mengakibatkan terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening di tubuh Anda. Penyakit TBC paru biasanya bisa disembuhkan dengan cara mengonsumsi jenis obat tertentu dalam waktu yang lama dan juga secara terus menerus selama 6 bulan. Sedangkan untuk menyembuhkan penyakit tuberkulosis kelenjar biasanya akan membutuhkan waktu yang agak lama yakni adalah sekitar 9 bulan. Walaupun penyakit TBC kelenjar masuk ke dalam jenis penyakit TBC namun penyakit ini bukanlah salah satu penyakit yang akan menular pada orang lainnya. Kecuali jika penderita penyakit tbc kelenjar yang berkaitan juga mengalami penyakit TBC paru-paru.

Mencegah TBC Kelenjar

Cara menjaga kondisi tubuh harus tetap diperhatikan dan dipantau. Misalnya adalah dengan menerapkan pola hidup yang sehat, makan makanan yang bernutrisi dan gizi yang baik serta dengan melakukan olahraga secara teratyr. Mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan jika perlu Anda rajin mengonsumsi vitamin untuk kesehatan tubuh. Karena jika tubuh Anda sehat, maka Anda akan lebih siap untuk mempertahankan diri dari berbagai serangan penyakit.

Tindakan operasi pada kelenjar getah bening akibat dari penyakkit tbc adalah dengan mengangkat habis semua kelenjar getah bening yang mengalami infeksi. Namun jika masih ada jaringan yang tersisa dan masih mengandung kuman TBC, maka luka dari bekas operasi biasanya akan terbuka lagi sehingga hal ini masih membutuhkan tindakan lanjutan dengan pemberian jenis obat-obatan TBC.

TBC Kelenjar

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

TBC dan HIV

TBC dan HIV – Perlu juga diketahui bahwa penyakit TBC paru-paru bisa saja muncul kembali tanpa memperlihatkan gejala yang signifikan. Mungkin perasaan badan suka meriang, serasa kesulitan bernafas, berat yang menurun merupakan reaksi yang dilakukan oleh kuman TBC kembali. Penyakit TBC sebenarnya merupakan penyakit yang sudah lama dikenal khususnya di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini dapat diatasi dengan pencegahan berupa pemberian obat BCG. Namun akhir-akhir ini penyakit itu mulai muncul lagi. Ini erat kaitanya dengan perjalanan udara yang menjadi begitu biasa sehingga penularannya dapat terjadi dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan amat begitu cepat.

TBC dan HIV

TBC dan HIV

Selain itu dengan munculnya penyakit HIV maka penyakit TBC juga menjadi lebih mudah berkembang, terutama dikalangan penderita penyakit HIV (Human Immunodeficiency Virus), semacam virus pencetus penyakit AIDS (Acquiredimmuno Deficiency Syndrome).

Gejala Penyakit TBC

Bila gejala TBC muncul dengan gejala yang lebih berat seperti badan berkeringat di waktu malam meskipun penderita tidak melakukan aktifitas apa-apa dan juga kadang-kadang muntah darah. Tidak jarang hal itu ditemukan penumpukan cairan di paru-paru. Untuk memastikan terkena TBC paru, adalah adanya kuman dalam dahak di bawah mikroskop. Bila belum ditemukan, mungkin perlu pemeriksaan lebih teliti dengan pemeriksaan mikroskop atau mikrobiologis. Yang lebih sulit dilakukan adalah bila kuman ini menghinggapi organ tubh lain seperti usus, alat kelamin wanita tulang atau ginjal. Pemeriksaan akan dilakukan lagi bila orang mengeluh tentang gejala pada organ tubuh yang mempunyai beberapa resiko, seperi keadaan tidak menikah yang sebagian dari mereka sangat mengabaikan kesehatan. Kebiasaan minum alkohol berlebihan dan suka berganti-ganti pasangan kencan, akan mudah memperlemah daya kekebalan tubuh yang makin memudahkan terserang kuman TBC untuk memasuki jaringan tubuh penderita.

HIV merupakan sejenis virus yang menurunkan daya tahan tubuh, sedang TBC kuman penyakit yang tengah mencari-cari lahan di tubuh yang sudah tidak berdaya ini untuk menyebarkan kuman-kumannya sendiri. Penyakit TBC memang mencari daya pertahanan tubuh yang sudah melemah ini sebagai lahan subur baginya. Karena itu perlu memperhatikan mereka yang pernah terkena serangan penyakit TBC paru, tetapi telah sembuh.

Ada kemungkinan kuman tuberkulosis tersebut hinggap ditempat-tempat organ lain selama bertahun-tahun tanpa memperhatikan gejala apa-apa. Dengan melemahnya daya tahan tubuh karena virus HIV itu, merupakan kesempatan baik bagi kuman TBC untuk menggerogoti tubuh yang sudah semakin lemah itu. Dengan kondisi ini badan yang penyakit TBC yang sudah ada, sebaiknya penyakit TBC dapat pula memperpendek waktu infeksi besi HIV menjadi penyakit dan kuman AIDS . Infeksi HIV dan penyakit secara lambat laun tetap saja makin bertambah jumlah penderitanya dari waktu ke waktu. Kuman penyakit yang amat berbahaya itu kini memang sudah berkembang di beberapa kota di Indonesia.

 Hubungan Antara TBC dan HIV

Kaitan antara hubungan penyakit TBC dan HIV adalah karena sistem kekebalan tubuh manusia mempunyai tugas untuk melawan infeksi dan serangan penyakit yang menyerang tubuh. Selain itu, usaha dalam menyerang terjadinya infeksi ini biasanya akan membuat sistem kekebalan tubuh menjadi melemah dan akan menimbulkan jumlah dari CD4 menjadi menurun, walaupun biasanya jika sudah sembuh, CD4 ini naik lagi. Namun, jika sistem kekebalan tubuh seseorang penderita Odha harus melawan jenis penyakit infeksi lainnya, maka serangan dari HIV biasanya akan berkurang. Jadi jika infeksi penyakit TBC dan Hiv menjadi aktif, maka jumlah CD4 juga akan semakin menurun dengan drastis.

Siapa saja bisa beresiko terinfeksi penyakit TBC. TBC dan HIV berkaitan karena penderita HIV mempunyai resiko yang besar mengalami infeksi penyakit TBC. Dan lagi pula, infeksi yang terjadi pada seseorang yang menderita penyakit HIV negatif hanya akan aktif jika sudah terjadi selama beberapa tahun, dan kebanyakan sekitar lebih dari 90% tidak akan mengembangkan TB yang aktif. Sebaliknya adalah jika Odha mengalami infeksi penyakit TB, maka infeksi kemungkinan akan menjadi aktif, dan infeksi untuk lebih aktif lagi akan terjadi dengan cepat. TBC aktif biasanya akan terjadi pada sekitar 50% penderita Odha selama hidup mereka, dibandingkan dengan hanya sekitar 5-10 persen orang yang mengalami HIV-negatif.

Kemudian, hal ini akan muncul semakin banyak bukti bahwa penderita HIV akan lebih mungkin mengembangkan penyakit TBC aktif jika bertemu dengan orang lain yang menderita penyak TBC aktif. Jadi, resiko penderita penyakit HIV untuk mengalami serangan penyakit TBC bisa menjadi semakin besar. Lagi pula TBC lebih sulit didiagnosa pada penderita Odha karena walaupun penyakit TBC biasanya dianggap sebagai IO, berbeda dengan jenis IO yang lain, TBC paru bisa dialami oleh jumlah CD4 yang masih tinggi. Namun resiko untuk mengembangkan penyakiit TBC aktif juga akan semakin tinggi jika terjadi suatu kerusakan pada sistem daya tahan tubuh yang menjadi semakin berat.

Penyakit TB dan HIV walaupun memang bisa diobati, jika penyakit TBC dialami saat sistem daya tahan tubuh penderita HIV sedang dalam keadaan sangat rusak, kadang kala tubuh tidak akan bisa tahan untuk menerima beban dosis obat tbc dengan sekaligus dalam melakukan perlawanan pada infeksi. Sayangnya, dalam kondisi seperti ini tidak jarang banyak pasien yang meninggal dunia setelah beberapa hari atau setelah beberapa minggu setelah melakukan terapi.

TBC dan HIV

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati TBC

Cara Mengobati TBCTuberkulosis atau TBC sering diartikan sebagai penyakit paru, padahal TBC sebenarnya menyerang semua bagian tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Tubercle bacillus. Kuman TBC ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui debu yang dihirup, atau melalui bersin dan batuk orang-orang yang sudah sakit.

Cara Mengobati TBC

Cara Mengobati TBC

Cara Mengobati TBC

  1. Cara Mengobati TBC Secara Medis
    Jumlah penderita penyakit TBC di Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia setelah Cina dan India. Penyakit TBC menyerang sebagian kelompok usia produktif yang merupakan sumber daya manusia yang penting dalam pembangunan bangsa. Pada tahun 1940-1960 telah ditemukan obat anti-tuberkulosis (OAT), namun TBC masih tetap menjadi masalah kesehatan, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Pengobatan TBC memerlukan waktu cukup lama, yakni 6-8 bulan secara terus-menerus dengan OAT dan harus dilakukan dengan tuntas sampai sembuh, sehingga dapat mencegah terjadinya penularan kepada orang lain. Pemberantasan TBC dengan menggunakan OAT terdiri dari jaminan paket obat anti-tuberkulosis, yakni Isoniazid, Rifampisin, Pyrazinamide, Streptomycin, dan Ethambutol.

Pada tahun 1983 organisasi kesehatan dunia (WHO) mempromosikan Directly Observed Treatment Shourtcourse (DOTS) sebagai suatu strategi yang paling efektif untuk mengontrol pengobatan epidemi TBC. Strategi DOTS ini dilaksanakan dengan sukses di seluruh dunia dan memberikan angka kesembuhan tinggi. Menurut Bank Dunia, DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling efektif saat ini. Strategi DOTS untuk memberantas TBC diantaranya komitmen politis dari pengambilan keputusan, penemuan penderita, pengobatan dan panduan DOTS, kesinambungan persediaan OAT yang berkualitas, dan sistem pelaporan untuk memonitor kemajuan pengobatan secara standar.

OAT pada umumnya memberatkan ginjal dan hati. Kondisi ini sangat memberatkan penderita TBC, karena  fungsi detoksikasi dan fungsi pembuangan racun mengalami keterlambatan atau hambatan, sehingga kerja OAT untuk membunuh bakteri TBC terhambat akibat memburuknya kondisi penderita.

  1. Cara Mengobati TBC Dengan Susu Kambing
    Selain dengan pengobatan medis, penderita TBC juga bisa disembuhkan dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, tetapi tetap melanjutkan pengobatannya secara medis. Menurut penelitian, seseorang yang menderita TBC yang menjalani pengobatan secara medis dibarengi dengan mengkonsumsi susu kambing secara teratur, setelah 3 bulan dan dilakukan pemeriksaan, tidak ada lagi bakteri TBC yang bercokol di tubuhnya.

Susu kambing mengandung flourin yang tinggi dengan kadar 10-100 kali lebih tinggi daripada yang terkandung di dalam susu sapi. Unsur ini merupakan antiseptik natural yang mengandung elemen pencegahan tumbuhnya bakteri di dalam tubuh. Kehadiran flourin akan meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan aktivitas pertumbuhan bakteri, sehingga bakteri TBC tidak lagi berkembang biak.

Susu kambing juga mengandung natrium yang tinggi. Dalam kasus penyakit TBC, salah satu pemicunya adalah malnutrisi. Dengan pemberian susu kambing secara rutin setiap hari, natrium yang terdapat di dalamnya berfungsi menghambat malnutrisi tersebut. Dugaan orang yang menyatakan bahwa bakteri TBC bisa berkembang biak dalam susu kambing tidaklah benar. Hal ini sudah dibuktikan oleh Dr. Bernard Jensen, Ph.D, seorang nutritionis di Amerika yang meneliti manfaat susu kambing.

Disebabkan kandungan gizinya, susu kambing bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita TBC. Di samping itu, flourinnya mencegah percepatan perkembangan bakteri TBC sebagai kerja antiseptiknya, memberi perlindungan jaringan paru-paru, serta memproteksi ginjal dan hati. Kandungan lemak dalam susu kambing berfungsi sebagai zat pembakar sehingga tubuh penderita menjadi hangat. Dengan demikian, susu kambing ini mempunyai efek ganda, untuk perlindungan, pencegahan, sekaligus penyembuhan.

Obat TBC

Jika orang yang menderita penyakit TBC aktif hanya bisa diobati dengan menggunakan salah satu jenis pemberian obat TBC di dalam tubuhnya dan bisa menjadi kebal atau menjadi resisten pada obat yang diberikan. Jika kuman TBC bisa menjadi lebih resisten, obat tadi yidak nbekerja lagi untuk melawan kuman di dalam tubuh kita. Untuk menghindari terjadinya resistensi pada penyakit TBC, maka penyakit TBC harus diobati dengan memberikan beberapa jenis kombinasi obat yang baisanya disebut dengan terapi anti-TBC. Ada beberapa jenis pilihan obat yang bisa dipakai untuk cara mengobati TBC di Indonesia adalah :

  1. Isoniazid (INH atau H)
  2. Pirazinamid (Z)
  3. Etambutol (E)
  4. Rifampisin (R)
  5. Streptomisin (S)

Pemberian obat Rifampisin yang akan berinteraksi dengan nevirapine atau salah satu jenis ARV. Penelitian yang baru biasanya akan menunjukkan bahwa interaksi ini kemungkinan besar juga tidak akan menimbulkan suatu masalah. Namun, pedoman yang seperti ini saat ini mengusulkan dengan penggunaan dari obat Nevirapine yang bersamaan dengan rifampisin hanya jika memang tidak ada suatu jalan lain.

Terdapat tiga kategori cara mengobati TBC, dan kategoru yang dipilih untuk kita biasanya berdasarkan dari beberapa kriteria dan dengan pengobatan yang dilakukan lebih manjur dan juga lebih lama biasanya diberikan pada orang dengan penyakit TBC kambuh atau juga setelah melakukan pengobatan yang gagal. Namun dari kebanyakan kasus, baik dari penyakit TBC paru, maupun juga penyakit tuberkulosis yang terjadi di luar paru biasanya akan diobati dengan kategori 1.

Pada pengobatan kategori 1 ini biasanya akan dilakukan dengan 2 tahap atau juga 2 fase yakni pada fase intensif Anda harus minum obat empat jenis OAT selama paling tidak 2 bulan untuk membantu mengubah terjadinya infeksi yang tidak aktif dan tidak akan menular lagi. Sedangkan pada fase intensif ini biasanya akan diberikan dengan kode.

Cara Mengobati TBC

Posted in Penyakit TBC | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment